Loading
Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Jakarta Pusat Pony Kaprina membuka Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Sosialisasi Buku ACJ (Aku Cinta Jakarta).
Kegiatan ini diikuti Guru PAUD se-Jakarta Pusat, di Ruang Serbaguna Utama, kantor walikota setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Senin (3/8).
Pony mengatakan, anak tidak membutuhkan guru yang paling pintar namun anak membutuhkan guru yang paling mengerti, itulah inti dari pembelajaran mendalam.
"Kita semua tahu bahwa tugas kita bukan hanya mengajar, tugas kita adalah menanam cinta, adab, dan rasa keingintahuan. Kita semua di sini nantinya akan menjadi pemantik rasa keingintahuan anak, mengajaknya untuk bereksplorasi, bertanya, berfikir kritis, dan belajar memecahkan masalah," katanya.
"Untuk itu, workshop pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan kegiatan pelatihan interaktif bagi pendidik untuk merancang pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah nyata, serta praktik penyusunan perangkat ajar dan modul berbasis transformasi pendidikan," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Pony juga menitipkan pesan kepada bapak dan ibu guru. Guru adalah orang tua kedua di sekolah oleh karena itu dengarkan cerita mereka dengan penuh kesabaran dan berikan apresiasi setiap kemajuan kecil yang mereka lakukan.
"Saya titipkan anak-anak Jakarta Pusat kepada bapak dan ibu guru, karena bapak dan ibu guru adalah orang tua kedua di sekolah. Peluk mereka dengan hangat, dengarkan cerita mereka dengan penuh kesabaran, berikan apresiasi setiap kemajuan kecil yang mereka lakukan, dan didiklah mereka dengan sepenuh hati," ucap Pony dihadapan para peserta workshop.
Sementara, terkait buku Aku Cinta Jakarta (ACJ), Ketua Himpaudi Kota Jakarta Pusat Reni Elmawita menjelaskan, ACJ merupakan buku panduan pengenalan budaya dan wisata lokal yang dirancang khusus sebagai materi pendukung pendidikan anak usia dini.
"Buku tersebut memuat informasi mengenai tempat bersejarah, objek wisata, serta kuliner khas Betawi yang disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Untuk Jakarta Pusat, materi mencakup Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan Stasiun Gambir sebagai ikon utama yang perlu dikenalkan sejak dini kepada anak-anak," tuturnya.
Reni juga menekankan pentingnya integrasi muatan lokal dalam proses pembelajaran agar generasi muda memiliki rasa cinta dan bangga terhadap warisan leluhur.
"Melalui buku ini, saya harap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang identitas daerah tempat mereka tumbuh," tutupnya.