Loading
Memasuki akhir tahun pelajaran 2025-2026, Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin beserta jajaran menghadiri kegiatan pentas seni dan pelepasan siswa PAUD se-Kelurahan Kebon Melati, di GOR Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Dalam sambutannya, Witri menaruh perhatian lebih pada jenjang PAUD karena kini wajib sekolah bukan lagi 12 tahun, melainkan 13 tahun. Di mana yang 1 tahun awal merupakan program PAUD yang dihadirkan sebelum masuk ke SD.
“Saya apresiasi sekali untuk penyelenggaraan ini, saya melihat anak-anak cukup energik dalam menari, bernyanyi serta menjawab pertanyaan-pertanyaan. Semoga ini menggambarkan masa depan para anak-anak ini yang dipenuhi dengan rasa semangat,” tuturnya.
“Sebagai Bunda PAUD, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para guru PAUD yang dengan penug kesabaran, kasih sayang dan dedikasi mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Begitupula untuk para orang tua yang telah menjadi mitra utama dalam mendidik putra-putrinya. Sinergi antara keluaraga, satuan pendidikan dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, ceria, dan berakhlak mulia,” katanya.
Witri berpesan untuk para anak-anak yang ke depannya memasuki jenjang SD dan juga orang tua murid, agar senantiasa membiasai menggunakan empat kata ajaib.
“Empat kata ajaib itu adalah, tolong, terima kasih, permisi, dan maaf. Ini merupakan kata-kata yang sangat baik sekali, sehingga perlu dibiasakan diucapkan agar anak-anak kita dapat bertutur kata yang sopan dan lembut, terlebih ketika berbicara dengan yang lebih tua,” ujarnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan pentas seni dan pelepasan siswa PAUD se-Kelurahan Kebon Melati secara serentak yang diikuti tujuh PAUD.