Dorong Pemilahan Sampah, Kelurahan Kebon Sirih Bagikan Tempat Sampah Pilah ke Warga

Kelurahan Kebon Sirih mendorong masyarakat untuk semakin aktif melakukan pemilahan sampah dari rumah. Gerakan tersebut salah satunya diwujudkan di RT 013/RW 03 dengan membagikan tempat sampah berdasarkan jenisnya kepada warga yang berada di wilayah tersebut.

Lurah Kebon Sirih Henny Mahrojah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Gerakan di RT 013 tersebut dinilai menjadi contoh positif karena pengurus wilayah berinisiatif mendorong warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Gerakan ini diinisiasi oleh Pak RT sendiri. Ketika kami sedang memonitor penjualan bank sampah di RW 03 bersama LH, Pak RT menginformasikan bahwa di RT 013 beberapa rumah sudah memiliki kompos cair,” kata Henny, Selasa (11/8). 

Menurut Henny, terdapat sekitar 50 bangunan di RT 013. Saat ini, sekitar 23 rumah di antaranya telah melakukan pemilahan sampah. Dengan pembagian tempat sampah tersebut, pihak kelurahan berharap seluruh rumah di wilayah RT 013 dapat melakukan pemilahan.

"Ada empat jenis tempat sampah disiapkan, yakni untuk sampah organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3)," katanya.

Untuk sampah organik, lanjut Henny, warga didorong mengolahnya menjadi kompos atau pupuk cair. Sementara sampah anorganik dikumpulkan dan dapat disalurkan melalui bank sampah yang telah aktif di RW 03.

“Untuk sampah organiknya langsung dibuat kompos cair atau pupuk cair. Di RW 03 juga ada bank sampah dan aktif penjualannya melalui kolaborasi dengan LH Kecamatan, Adapun sampah residu dan B3 nantinya dikelola melalui kolaborasi dengan pihak lingkungan hidup," ujarnya.

Henny menambahkan, pengelolaan sampah di wilayah tersebut ke depan tidak hanya menggunakan metode kompos cair. Kelurahan juga akan memperkenalkan pengolahan sampah menggunakan maggot, biopori, dan metode lainnya.

Selain pengelolaan sampah, pengurus RT dan RW 03 juga mengusulkan agar wilayah tersebut dikembangkan menjadi gang hijau. Kelurahan Kebon Sirih menyambut baik usulan tersebut dan akan berkolaborasi dengan pengurus wilayah serta SKPD terkait untuk menghadirkan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan tanaman lainnya.

“Kami akan berkolaborasi bersama RW, RT dan SKPD terkait dengan gang hijau untuk menyumbangkan tanaman toga maupun yang lain-lain,” kata Henny.

Henny menyebutkan gerakan pemilahan sampah di RT 013/RW 03 diharapkan tidak berhenti di satu wilayah. 

"Kelurahan Kebon Sirih berencana mendorong gerakan serupa di RT dan RW lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 013 Gunawan mengatakan, gerakan pemilahan sampah tersebut merupakan bagian dari komitmen pengurus wilayah setelah mengikuti pelatihan beberapa bulan lalu di Kelurahan Kebon Sirih.

“Kami langsung bergerak. Kami kumpulkan apa-apa yang dianggap tidak bermanfaat oleh masyarakat. Setelah jadi, kami buat tong-tong pemilahan sampah,” ujarnya.

Gunawan menuturkan Gerakan tersebut kemudian berkembang dengan pembuatan komposter yang menghasilkan pupuk padat dan pupuk cair. 

"Hasil pengolahan sampah tersebut juga diberikan secara gratis kepada warga sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk ikut mengelola sampah," katanya.

Gunawan mengakui mengajak seluruh warga untuk memilah sampah bukan perkara mudah. Namun, ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pengurus RT untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Memang agak berat, agak susah. Cuma bagaimana pun sudah tugas kita sebagai RT. Kita terus saja sampai tiap hari memberikan pemahaman,” katanya.

Ia menyebut pengetahuan mengenai pengelolaan sampah diperoleh dari berbagai sumber, termasuk media sosial, kegiatan di kelurahan, serta komunikasi dengan pengurus RT lainnya.

Hal senada diungkapkan Ketua RW 03, Abdul Johar mengatakan, terdapat empat RT di wilayah RW 03. Menurutnya, seluruh RT sebenarnya telah mulai bergerak dalam pengelolaan sampah, tetapi RT 013 menjadi wilayah yang lebih cepat dalam menerapkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah.

“Dari RT 013 ini kita bisa tularkan ke RT yang lain. Kita tentunya ingin wilayah kita bersih,” ujar Abdul.

Pengurus RW 03, lanjut Abdul, turut membantu warga dengan menyediakan sarana dan prasarana pemilahan sampah meski dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia.

Ia berharap pendekatan secara bertahap dapat membuat semakin banyak warga tertarik untuk terlibat.

“Dengan pendekatan kita pelan-pelan, saya yakin InsyaAllah mereka akan tertarik untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, sehingga persoalan sampah di wilayah ini dapat segera teratasi dengan baik,” tuturnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP