LPS Jalan Kaji Ditutup Permanen, Warga Petojo Utara Didorong Pilah Sampah dari Rumah

Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menutup permanen Lokasi Penampungan Sementara (LPS) di Jalan Kaji. Penutupan dilakukan untuk mendorong warga RW 07 dan RW 08 meningkatkan pemilahan serta pengelolaan sampah dari sumber.

Lurah Petojo Utara Wirayudha Bayu Sejati mengatakan, LPS Jalan Kaji sebelumnya menjadi lokasi penampungan sampah warga RW 07 dan RW 08. Namun, kondisi lokasi yang sudah melebihi kapasitas menjadi salah satu pertimbangan dilakukan penutupan.

“Dengan ditutupnya LPS, kami berharap warga semakin maksimal melakukan pemilahan sampah dan tidak lagi membuang sampah secara tidak terkontrol,” ujar Wirayudha, Kamis (1/10).

Wirayudha menuturkan, penutupan LPS telah disosialisasikan selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan pengurus RT, RW, LMK, tokoh masyarakat, serta unsur lingkungan hidup. Selanjutnya, sampah yang telah dipilah akan diangkut oleh Regu Kebersihan Swadaya Masyarakat (RKSM) menuju TPS 3R di Ketapang.

Wirayudha menjelaskan, penutupan LPS juga menjadi langkah untuk meningkatkan capaian pemilahan sampah di RW 07 dan RW 08 yang saat ini masih relatif rendah. Keberadaan LPS sebelumnya membuat sebagian warga masih beranggapan sampah dapat dibuang tanpa melalui proses pemilahan.

“Dengan adanya penutupan LPS, kami tetap mendorong warga melakukan pemilahan sampah dan meningkatkan capaian pemilahan di RW 07 dan RW 08,” jelasnya.

Edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), rapat bersama LMK, kunjungan ke warga, serta penyampaian informasi melalui grup komunikasi warga. 

"Ini kita lakukan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kebijakan pengelolaan sampah ke depan,"ujarnya.

Sementara itu, lanjut Wirayudha, lokasi bekas LPS Jalan Kaji untuk sementara akan ditata menjadi zona hijau dengan penempatan pot tanaman melalui koordinasi bersama unsur terkait. 

"Ke depan, Kelurahan Petojo Utara juga mengkaji kemungkinan pemanfaatan lokasi tersebut sebagai pos pemadam kebakaran dengan mempertimbangkan luas dan kebutuhan kawasan,"katanya.

Wirayudha berharap penutupan LPS dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan hijau.

“Harapan kami warga semakin sadar untuk mengolah dan mengelola sampah secara mandiri. Syukur-syukur bisa menuju zero waste, sehingga tidak ada lagi sampah yang terbuang keluar. Dengan penutupan ini, wilayah tersebut juga menjadi lebih bersih, rapi, hijau, dan terhindar dari berbagai penyakit,” tandasnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP