Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat mengapresiasi pelaksanaan Jati Baru Festival Vol. 5 Tahun 2026 yang digelar Karang Taruna RW 04 Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan kreativitas, kepedulian sosial, olahraga, serta potensi ekonomi dan seni budaya.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, saat menghadiri puncak Jati Baru Festival Vol. 5 Tahun 2026, Sabtu (29/8).
Eric menyampaikan, kegiatan yang berlangsung selama 1 bulan penuh sepanjang Agustus tersebut merupakan bentuk nyata kreativitas, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang aktif, produktif, dan guyub.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Karang Taruna RW 04 Kampung Bali serta seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Eric.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pelaku sekaligus penggerak pembangunan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan dan kreativitas yang telah dibangun melalui Jati Baru Festival dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
Dalam sambutannya, Eric juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.
Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dibangun untuk kepentingan masyarakat.
Eric menyampaikan, perbedaan pendapat merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kita jaga Jakarta, jaga lingkungannya, jaga ketertibannya, jaga fasilitas umumnya, jaga persaudaraannya, dan jaga suasana kota agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat," katanya.
Khusus kepada pemuda dan Karang Taruna, Eric berpesan agar terus menjadi contoh yang baik di lingkungan masing-masing dengan menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan positif.
"Bangun kolaborasi, ciptakan inovasi, dan hadirkan kegiatan yang dapat memperkuat kebersamaan masyarakat," tuturnya.
Eric berharap Jati Baru Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin baik dari tahun ke tahun, sekaligus menjadi wadah masyarakat dalam menampilkan potensi, kreativitas, seni, budaya, serta berbagai kegiatan positif lainnya.
"Mari kita bangun Jakarta Pusat sebagai wilayah yang aman, tertib, kreatif, dan penuh semangat kebersamaan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Jati Baru Festival Vol. 5 Tahun 2026, Syauqi Rabbani, menjelaskan, kegiatan tersebut digagas oleh Karang Taruna RW 04 Kampung Bali sebagai bagian dari upaya mengisi momentum bulan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Syauqi memaparkan rangkaian kegiatan dilaksanakan selama 1 bulan penuh, mulai 1 Agustus hingga puncak kegiatan pada akhir Agustus 2026. Jati Baru Festival terbagi dalam tiga kategori kegiatan yaitu, Jabfes Care, Jabfes Sport, dan Jabfes Event.
"Jabfes Care berfokus pada kegiatan sosial dan kepedulian masyarakat, di antaranya cek kesehatan gratis, donor darah, kegiatan lansia produktif, balita sehat, serta pembagian sembako bagi warga lansia.
Selanjutnya, Jabfes Sport menghadirkan berbagai kegiatan olahraga masyarakat, seperti badminton, futsal, mini soccer, dan sejumlah aktivitas olahraga lainnya.
Sedangkan Jampes Event menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan kebudayaan melalui bazar UMKM serta gelar seni budaya," paparnya.
Dalam Jati Baru Festival Vol. 5, lanjut Syauqi, juga dilaunching Sibaru atau Sistem Informasi Bank Sampah Jati Baru oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun. Program tersebut menjadi inovasi masyarakat dalam mendorong kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, baik sampah plastik, organik, maupun anorganik.
"Sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan warga kemudian disetorkan untuk dikelola melalui sistem Sibaru.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan berbasis partisipasi warga," tandasnya.