Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menutup rangkaian Apresiasi dan Kompetisi Seni Pelajar Tingkat TK, SD, SLTP, dan SLTA Tahun 2026, di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kecamatan Kemayoran, Kamis (24/9).
Kegiatan yang berlangsung sejak 15 September tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni dan budaya. Para pelajar yang meraih posisi tiga besar di setiap kategori akan mewakili Jakarta Pusat pada kompetisi Tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Delapan kategori yang diperlombakan meliputi tari dan menggambar Tingkat TK, tari dan paduan suara Tingkat SD, tari dan paduan suara Tingkat SLTP, serta vokal grup dan musikalisasi puisi Tingkat SLTA.
Arifin mengapresiasi seluruh peserta, guru, pendamping, orang tua, dan dewan juri yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi. Ia berpesan kepada para juara untuk meningkatkan persiapan sebelum tampil membawa nama Jakarta Pusat di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
“Bagi para juara, persiapkan dengan sebaik-baiknya. Yang terbaik hari ini di Jakarta Pusat, mudah-mudahan besok bisa tampil terbaik juga di Tingkat Provinsi DKI Jakarta,” ujar Arifin.
Menurut Arifin, kemampuan seni menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar. Prestasi akademik, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kecerdasan emosional, spiritual, kreativitas, serta bakat seni, dan budaya.
“Yang pandai bermain musik, menari, menyanyi, melukis, dari sekarang harus terus diasah dan dilatih untuk menjadi orang-orang yang profesional,” katanya.
Arifin juga memberikan semangat kepada peserta yang belum meraih juara agar tidak berkecil hati. Ia menilai kompetisi merupakan bagian dari proses belajar dan kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan serta mengaktualisasikan diri.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat Andri Ferdian mengatakan, kompetisi tersebut merupakan kegiatan berjenjang. Tiga besar dari setiap kategori akan melanjutkan kompetisi di tingkat Provinsi DKI Jakarta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda di bidang seni dan budaya.
“Kompetisi ini bertujuan mengembangkan bakat dan kreativitas sekaligus mewadahi generasi muda dalam seni dan budaya,” ujar Andri.
Andri menjelaskan, kompetisi diikuti 15 grup tari TK, 58 peserta menggambar TK, 18 grup tari SD, 15 grup paduan suara SD, 14 grup tari SLTP, 13 grup paduan suara SLTP, 12 grup vokal grup SLTA, serta 13 grup musikalisasi puisi SLTA. Para juara kemudian akan menjadi perwakilan Jakarta Pusat untuk berlaga pada tingkat Provinsi DKI Jakarta.