Wawali Jakpus Buka Pelatihan Jurnalistik Pemuda Muslimin Indonesia, Tekankan Literasi Digital dan Etika

Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun secara resmi membuka kegiatan pelatihan jurnalistik bertajuk "Nulines Youth Journalism Lab: Klinik Jurnalisme Komunitas dan Portofolio Penulisan Digital Pemuda" yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Kota Jakarta Pusat Pemuda Muslimin Indonesia, di SMK Kartini 1, Jalan Kartini Raya, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Kamis (15/10).

Dalam sambutannya, Eric menekankan pentingnya generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen informasi yang berkualitas, kritis, dan menjunjung tinggi etika di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Jangan sampai kecepatan menyampaikan informasi justru mengalahkan ketepatan dan kebenarannya. Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan perhatian di media sosial membuat kita mengabaikan etika, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau merugikan pihak lain," katanya.

Eric menyoroti bahwa seorang jurnalis atau penulis konten tidak cukup hanya memiliki kemampuan merangkai kata-kata, melainkan juga harus memiliki integritas, ketelitian, dan keberanian untuk menyampaikan kebenaran. 

"Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memandang bahwa komunikasi publik yang baik membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat, membangun pemahaman, dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujar Eric.

Lebih lanjut, Eric mengajak para pemuda untuk menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan karya-karya jurnalistik yang konstruktif. Ia mendorong peserta untuk mengangkat cerita-cerita inspiratif, kiprah anak muda, serta upaya kolaboratif antara pemerintah dan warga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Saya harap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk mengembangkan portofolio penulisan digital yang mencerahkan, mulai dari isu lingkungan tempat tinggal, sekolah, hingga inovasi positif di wilayah Jakarta Pusat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat Amirullah Hijrian menambahkan, figur historis Raden Ajeng (R.A.) Kartini sebagai inspirasi bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk menerobos kegelapan dan membawa perubahan, sebagaimana tercermin dalam karya "Habis Gelap Terbitlah Terang". 

Ia menegaskan bahwa fungsi tulisan tidak terbatas pada kritik sosial atau polarisasi opini, melainkan juga dapat menjadi alat promosi yang efektif untuk mengangkat nilai-nilai positif di masyarakat.

"Tulisan juga bukan hanya mengkritik, bukan hanya membelah. Tapi tulisan juga bisa mempromosikan daripada misalnya aktivitas pemuda, aktivitas olahraga, kemudian sejarah-sejarah sekolah," ujar Amirullah.

Melalui pernyataan tersebut, PC Pemuda Muslimin Indonesia Kota Jakarta Pusat Amirullah Hijrian mengajak para anggotanya dan generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam menghasilkan karya tulis yang konstruktif.

"Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan identitas kota yang inklusif dan menarik, sekaligus memperkuat posisi Jakarta Pusat sebagai etalase ibu kota yang ramah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," tutupnya.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP