Loading
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin bersama Camat Gambir Muhammad Iqbal menerima kunjungan Studi Tiru dari TP PKK Kabupaten Badung, Bali, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Rabu (6/5)
Dalam kesempatan ini, Camat Gambir Muhammad Iqbal mengucapkan selamat datang kepada TP PKK Kabupaten Badung yang berkenan untuk melakukan studi tiru di RPTRA Kenanga.
"Kami sangat berbangga dan juga tentunya mengucapkan puji syukur dan juga mengucapkan selamat datang kepada ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya dari Kebupaten Badung," katanya.
Iqbal memaparkan PKK di Kecamatan Gambir khususnya di Kelurahan cideng memang memiliki peran yang sangat strategis mulai dari screening covid hingga pengelolaan sampah dilingkungan.
"Saya atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat sekali lagi mengucapkan selamat datang di wilayah Cideng. Inilah wilayah kami dengan segala kelebihan dan kekurangan dan mudah-mudahan hadirnya ibu, bapak semua ke tempat ini membawa manfaat buat masyarakat, membawa manfaat buat kita" katanya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin yang sangat senang menyambut kehadiran TP PKK Kabupaten Badung untuk bersilaturahmi dan melakukan studi tiru.
"Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk terus menjalin hubungan yang baik antara PKK Jakarta Pusat Dldengan PKK Kabupaten Badung," ucapnya.
Witri menuturkan sengaja menyambut rombongan TP PKK Kabupaten Badung di RPTRA Kenanga ini untuk menjadi studi tiru karena di Jakarta RPTRA menjadi tempat tumbuh kembang anak melalui arena ataupun sarana bermain.
"Kebetulan di DKI Jakarta itu ada 324 titik RPTRA yang sengaja ditempatkan di lokasi-lokasi pemukiman padat, pemukiman yang banyak penduduk di semua kelurahan Di 267 kelurahan yang ada di Provinsi DKI Jakarta," katanya
"Untuk wilayah Jakarta Pusat yang ada 50 RPTRA, salah satunya ini RPTRA Kenanga yang ada di Kelurahan Cideng, dan keberadaannya sudah dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar di mana menjadi tempat bermain anak-anak sarana untuk mengapresiasi segala bentuk kreativitas anak melalui kegiatan tari, melukis, olahraga, bercocok tanam, dan berbagai pendidikan karakter juga ditanamkan di sini," imbuhnya.
Selain di RPTRA, lanjut Witri, TP PKK Kabupaten Badung akan berkunjung ke bale bermain anak di Balaikota yang merupakan binaan Sudin Pendidikan Jakarta Pusat. Di sana akan merasakan bahwa tempat pendidikan anak sangat dibutuhkan terutama untuk ibu-ibu yang bekerja dengan tuntutan perkembangan sehingga mereka tetap harus bekerja dan anak-anaknya harus dititipkan.
"Mudah-mudahan kunjungan hari ini dapat memenuhi target sasaran dari Kabupaten Badung khususnya TP PKK dan kami ucapkan terima kasih Atas memilih Wilayah Jakarta Pusat menjadi tempat pembelajaran, mudah-mudahan tercapai pa yang diharapkan sesuai dengan ekspektasi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa mengungkapkan tujuan datang ke Kota Administrasi Jakarta Pusat ingin mempelajari secara komprehensif terkait perencanaan pelaksanaan serta evaluasi program kerja Pokja I yang meliputi pembinaan karakter keluarga serta penguatan nilai-nilai kehidupan sosial.
"Karena kami menyadari bahwa keluarga adalah merupakan fondasi dasar untuk kita berkegiatan yang lainnya. Ketika keluarga kita harmonis kita juga berkegiatan di luar keluarga akan menjadi lebih lancar dan menyenangkan. Tetapi ketika keluarga kita tidak harmonis banyak problem di keluarga, di rumah tangga. Itu pun akan mengpengaruhi kegiatan-kegiatan lain yang kita lakukan di luar rumah," tuturnya.
Yang kedua, lanjutnya, kedatangan TP PKK Kabupaten Badung ingin menggali lebih dalam mengenai penerapan pola asuh anak khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman yang ditandai dengan teknologi, kemajuan informasi, perubahan pola interaksi sosial serta tantangan dalam membutuhkan karakter anak.
"Pola asuh anak itu adalah sangat penting untuk kita bagaimana bisa mencetak generasi penerus kita di kemudian hari, agar lebih berkualitas dan bisa mencapai anak Indonesia emas. Lalu yang ketiga yang jadi perhatian khusus kami adalah untuk mempelajari keberhasilan dalam pengelolaan tempat penitipan anak yang telah mengerapkan pola asli anak secara baik profesional dan berstandar," katanya.
"Kami di Kabupaten Badung dulu pernah ada Tempat Penitipan Anak (TPA) namun di pertengahan jalan itu berhenti. Lalu sekarang saya ingin kembali membangun TPA di area pusat pemerintahan Kabupaten Badung. Dan kebetulan Bapak Bupati kami menyambut baik karena dipandang sangat perlu sekali. Terutama untuk pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Badung," tandasnya.