Loading
Sebanyak 148 Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dari seluruh RW di Kelurahan Cempaka Baru mengikuti kegiatan Capacity Building untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan edukasi dan deteksi dini potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sekretaris Kelurahan Cempaka Baru Hikmah Widiyanti mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan kader, tetapi juga kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat.
“Tujuannya meningkatkan kemampuan Kader Jumantik dalam berkomunikasi dan mengedukasi warga, menjaga kebersihan, terutama untuk mencegah adanya DBD,” kata Hikmah di Balai Warga RW 06, Rabu (12/8).
Menurutnya, kader juga diberikan pemahaman untuk mengenali berbagai lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara kader dengan RT, RW, kelurahan, dan puskesmas.
Hikmah menyebut kegiatan Capacity Building kali ini turut menghadirkan materi mengenai komunikasi persuasif dan edukasi masyarakat dengan dukungan Plan Indonesia.
Menariknya, pembinaan kader tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para kader akan ditantang dan berlomba membuat vlog berdasarkan materi yang telah diperoleh. Vlog tersebut akan dibuat oleh kader dari masing-masing RW dan rencananyapengumuman pemenang akan dilakukan pada Capacity Building bulan depan.
“Dari vlog itu kita bisa melihat apakah materi yang disampaikan benar-benar diterima, dipahami, dan bisa diterapkan para kader saat bertugas,” ujar Hikmah.
"Diharapkan kegiatan Capacity Building yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun mampu meningkatkan kinerja kader, khususnya dalam melakukan pemantauan dan deteksi dini sehingga potensi penyebaran DBD dapat dicegah sejak awal," imbuhnya.
Sementara itu, Purnama Kader Jumantik RT 16/RW 05 mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia telah menjadi kader Jumantik selama lebih dari 15 tahun.
Menurut Purnama, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan, terutama bagi kader-kader baru. Sementara bagi kader lama, pelatihan menjadi kesempatan untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan semangat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan membuat kami lebih bersemangat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya jentik dan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan,” ungkap Purnama.
"Kami siap mengimplementasikan materi berkomunikasi efektif agar warga turut aktif berpartisipasi mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah," tandasnya.