Loading
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Rumah Sakit (RS) Bunda menggelar kegiatan edukasi deteksi dini kanker serviks dan pemeriksaan HPV DNA bagi kader PKK, di RPTRA Gondangdia, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kamis (18/6).
Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat buat ibu-ibu karena kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.
"Jadi jika kelainan pada cervix dapat dideteksi sejak awal, masih bisa segera diobatin dan diantisipasi untuk pada tingkat penyakit yang lebih berbahaya," katanya.
Witri menuturkan, edukasi deteksi dini kanker serviks dan pemeriksaan HPV DNA diikuti 100 kader PKK perwakilan setiap Kecamatan yang ada di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat diperiksa oleh dokter dari RS Bunda.
"Kita berharap kegiatan seperti ini lebih banyak lagi karena sangat penting ya bagi ibu-ibu dan mudah-mudahan semakin banyak CSR yang peduli seperti Rumah Sakit Bunda dan mudah-mudahan Rumah Sakit Bunda tetap terus berkomitmen untuk sama-sama kita meningkatkan derajat kesehatan kaum ibu yang ada di Jakarta Pusat," katanya.
Witri berharap para kader PKK dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, mengenal faktor risiko infeksi, serta memahami manfaat pemeriksaan HPV DNA sebagai salah satu langkah preventif yang efektif.
"Pengetahuan yang diperoleh hari ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing,"ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Bunda Dr. Agus Heru Darjono menambahkan, ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melalui PKK untuk peduli kepada wanita karena RS Bunda sendiri memang fokus kepada wanita dan anak.
Agus memaparkan setiap satu jam ada dua wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks sehingga hampir 48 wanita Indonesia meninggal dalam satu hari sehingga kalau tidak dideteksi secara dini kanker serviks bukan hanya kena di serviks saja tapi bisa menyebar ke ginjal sehingga pasien-pasien kanker serviks bisa mengalami gagal ginjal.
"Nah ini merupakan langkah awal dan tentu saja karena RS Bunda ada di kota ini maka kami harus terus berkolaborasi dengan pemerintahan dan Ibu Wali Kota dengan PKK-nya untuk kita peduli sama kesehatan wanita," paparnya.
Agus menuturkan kolaborasi atau kerja sama ini akan terus berjalan dengan berdiskusi terlebih dahulu dengan PKK mengenai tantangan apa yang dihadapi wanita dan anak.
"Ini bukan yang pertama dan terakhir tetapi akan terus berlanjut dan kita akan berdiskusi, mungkin nanti ke depan kita akan tentang anak kita pedulikan," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, lanjut Agus, didatangkan dokter-dokter berpengalaman yang akan memberikan edukasi deteksi dini kanker serviks.
"Kita datangkan dokter Atika. Nanti di situ ada tips-tipsnya bagaimana bisa kita menghindari kanker serviks mulai dari gaya hidup dan beberapa pencegahan untuk kanker serviks," tandasnya.