Loading
Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) ke-20, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengintruksikan untuk aktif mendeteksi informasi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lapangan.
"Saya instruksi kepada seluruh anggota FKDM di tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan untuk aktif menyerap informasi langsung dari lapangan, selalu paham mengenai deteksi dini yang memetakan potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) di lingkungan terkecil masyarakat," katanya saat memberikan sambutan HUT FKDM Tingkat Kota Jakarta Pusat, di GOR Sawah Besar, Minggu (21/6).
Selain itu, ia menekankan bahwa sebagai pusat episentrum pemerintahan, bisnis, dan diplomatik, Jakarta Pusat menuntut tingkat kondusivitas yang tinggi.
"Sebagai pusat episentrum pemerintahan, bisnis, dan diplomatik Jakarta Pusat menuntut tingkat kondusivitas yang tinggi. Membangun Jakarta ini harus kolektif, tidak bisa orang hebat sendiri untuk menjaga dan menata Jakarta. Enggak ada lagi yang namanya superman, yang adanya super team. Semua harus ikut berperan serta," ucapnya, didampingi Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua FKDM Kecamatan Sawah Besar Geraldo Yunahya.
Tak lupa, wali kota juga berharap FKDM bisa membantu mengedukasi dan mensosialisasikan program-program strategis Pemprov DKI Jakarta, salah satunya gerakan pilah sampah yang baru dicanangkan bersama para pengurus RT/RW di Monas.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menambahakan, FKDM mempunyai peran penting sebagai wadah untuk warga dalam memberikan informasi peraturan daerah yang kini Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global.
"FKDM harus terus mengedukasi warga untuk senantiasa menaati peraturan daerah, seperti ketertiban parkir, guna membangun Jakarta sebagai kota metropolitan yang bersih, aman, nyaman, dan tertib," imbuhnya.
Untuk diketahui, pada HUT FKDM tahun ini mengusung tema "Bersinergi Menjaga Kewaspadaan Dini untuk Jakarta Pusat Aman dan Kondusif". Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara elemen masyarakat, pengurus FKDM, dan pemerintah.
Perayaan dua dekade FKDM ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan diisi dengan berbagai aksi sosial nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya Khitanan Massal Gratis yang diikuti oleh 78 anak dari wilayah Jakarta Pusat, Pengecekan Kesehatan Gratis dan Aksi Donor Darah yang berhasil mengumpulkan kantong darah dari 75 peserta untuk disalurkan melalui PMI.
FKDM juga berkolaborasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, IDI DKI Jakarta dan Jakarta Pusat, RSUD Sawah Besar, puskesmas kecamatan.