Loading
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) 234 Solidarity Community (234 SC) berperan aktif dalam memberantas premanisme, mencegah tawuran pelajar, serta menjaga ketertiban masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target Jakarta masuk dalam 50 besar kota global dunia pada 2029.
Ajakan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Abdul Khalit, didampingi Asisten Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan dalam kegiatan Konvensi Wilayah (Konvenwil) I 234 SC DKI Jakarta, di salah satu hotel kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026).
Abdul Khalit mengatakan, sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pemprov DKI terus mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global sekaligus pusat perekonomian nasional.
Menurutnya, posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global mengalami peningkatan, dari peringkat 174 pada 2024 menjadi posisi 140 dari 1.000 kota di dunia.
Meski demikian, terdapat tiga aspek yang masih perlu diperbaiki, yakni tata kelola pemerintahan dan ketertiban, lingkungan, serta kualitas hidup masyarakat.
“Di sinilah peran penting 234 SC dan ormas-ormas di Jakarta. Pemprov DKI tidak bisa bekerja sendiri,” kata Abdul Khalit,
Ia menegaskan, keterlibatan organisasi masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi Jakarta yang aman, khususnya dalam mendukung investasi dan aktivitas perekonomian.
“Pak Gubernur secara tegas menyampaikan bahwa Jakarta harus bebas dari premanisme guna menjaga iklim investasi dan kepastian berusaha. Kami mengajak 234 SC, yang memiliki struktur hingga tingkat kecamatan, untuk menjadi garda terdepan dan bagian dari solusi,” ujarnya.
Selain persoalan premanisme, Abdul Khalit menyoroti kasus tawuran pelajar yang telah menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah Jakarta.
Ia mendorong 234 SC menyusun program pencegahan melalui edukasi di sekolah dan pembinaan generasi muda dengan melibatkan kepolisian serta TNI.
“Kami menantang 234 SC untuk membuat program out of the box, seperti edukasi langsung ke sekolah-sekolah dan merangkul para pelajar bersama pihak kepolisian serta TNI agar Jakarta aman dan nyaman,” katanya.
Abdul Khalit juga mengajak 234 SC terlibat dalam program kebersihan lingkungan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga tingkat RW dan kecamatan.
Ia berharap Konvenwil I tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan Jakarta.
“Sebagaimana pesan Pak Gubernur, Jakarta adalah etalase Indonesia. Target kita adalah menembus Top 50 Kota Global di dunia pada tahun 2029. Jika ini tercapai, bukan hanya Pemprov yang bangga, tetapi seluruh keluarga besar 234 SC juga akan merasa bangga,” ungkapnya.
234 SC Tegaskan Komitmen Persatuan Pemuda
Sementara itu, Ketua Umum DPP 234 SC Ade Widya Hariwijaya, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya sejak awal dibentuk untuk menyatukan pemuda dari berbagai komunitas dan latar belakang.
Ia menjelaskan, 234 SC bermula dari komunitas otomotif, khususnya komunitas mobil dan motor, sebelum berkembang menjadi organisasi yang mewadahi berbagai kelompok masyarakat.
“Kalau kita saling kenal, kita bisa mengeliminasi potensi gesekan di antara pemuda-pemuda yang ada di daerah kita masing-masing,” kata Ade.
Menurutnya, persaudaraan dan kesetaraan menjadi prinsip utama organisasi tanpa memandang kondisi ekonomi, agama, maupun latar belakang anggotanya.
“Di 234 SC, kita tidak pernah membeda-bedakan kelas. Mau apa pun agamanya, mau apa pun latar belakangnya, mau kaya atau miskin, di dalam keluarga besar 234 SC semuanya sama,” tegasnya.
Ade menambahkan, Pancasila menjadi landasan organisasi dalam membangun persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Fungsi kita adalah mempersatukan, karena asas organisasi kita adalah Pancasila,” ujarnya.