Loading
Suku Badan (Suban) Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Pusat telah menyelesaikan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026.
SK Pensiun tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany, di Ruang Serbaguna Besar, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Kecamatan Gambir, Selasa (23/6).
Kasuban Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Pusat Heri Dianto mengatakan, ada 18 ASN yang menerima SK Pensiun pada hari ini.
"Terhitung ASN yang menerima SK terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja sebanyak 1 orang, Suku Dinas Kesehatan 2 orang, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 sebanyak 6 orang, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 sebanyak 7 orang, Serta Sekretariat Kota 2 orang. Setelahnya penyerahan SK Pensiun akan ada pemberian materi dari Suku Badan Kepegawaian, PT Taspen, dan Bank Jakarta bagi 18 ASN," katanya.
Sementara itu, Sekko Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari wali kota dan seluruh jajaran pemerintah kota atas dedikasi serta pengabdian panjang para ASN yang telah sukses mencapai target masa dinasnya dengan baik.
"Pensiun itu adalah sebuah keniscayaan, sebuah sunatullah yang pasti akan dihadapi oleh setiap ASN. Bapak dan ibu sekalian adalah orang-orang yang beruntung dan terpilih karena berhasil menutup masa pengabdian ini dalam keadaan sehat dan tanpa kendala," ujarnya.
Menurutnya, menanggapi kekhawatiran yang kerap muncul terkait penyesuaian penghasilan di masa pensiun, Sekko menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan hidup pasca-pensiun merupakan urusan pola pikir (mindset) dan adaptasi gaya hidup.
“Saya mengajak para purnatugas untuk menyambut TMT 1 Juli mendatang bukan sebagai akhir, melainkan sebagai babak baru untuk menjadi manusia yang bebas berkreasi tanpa batas. Pemkot Jakarta Pusat juga mendorong para purnatugas untuk mengoptimalkan potensi dan pengalaman mereka agar tetap produktif sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan (cuan). Berbagai peluang dipaparkan, mulai dari pemanfaatan teknologi digital sebagai content creator edukasi dan kesehatan, keterlibatan eks-tenaga medis di Posyandu/Posbindu, hingga program ketahanan pangan seperti budidaya hidroponik yang ada di wilayah Jakarta Pusat,” ujarnya.
"Bekal pengalaman bapak dan ibu selama puluhan tahun sebagai pelayan masyarakat sangat dinantikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Teruslah berkontribusi demi kemaslahatan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari purnatugas Tri Idawati Sekretaris Kelurahan Karang Anyar yang telah mengabdi selama 33 tahun, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya yang mendalam atas pembinaan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal kariernya sebagai CPNS.
Ia merefleksikan perjalanannya yang melintasi tiga era pelayanan mulai dari era administrasi manual, komputer, hingga digital melalui aplikasi seperti JakI dan Alpukat Betawi.
"Tiga dekade mengabdi mengajarkan saya bahwa tidak ada pekerjaan kecil bagi ASN. Setiap tugas sekecil apa pun berdampak langsung pada kehidupan warga. Purna tugas adalah berakhirnya masa dinas, bukan berakhirnya pengabdian. Kami siap menjadi duta Pemda DKI Jakarta di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.