Buka UKW PWI Angkatan 66, Wali Kota Jakpus Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Sosial

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 66 yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta, di ruang serbaguna besar, kantor walikota setempat, Senin (5/10). 

Arifin mengatakan, di tengah pesatnya arus informasi digital tantangan utama wartawan bukan lagi sekadar kecepatan penyampaian berita melainkan memastikan akurasi, keseimbangan, serta integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.

"Kita semua menyadari bahwa dunia jurnalistik saat ini berubah sangat cepat. Informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik. Setiap orang dapat menjadi produsen informasi. Media sosial menjadi ruang utama masyarakat memperoleh berita dan membentuk opini. Untuk itu, harus memastikan akurasi, keseimbangan, serta integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik," ujar Arifin.

ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PWI dalam menyediakan ruang bagi wartawan untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme. Ia memandang UKW bukanlah sekadar prosedur administratif untuk memperoleh sertifikat, melainkan momentum krusial untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, sikap, dan integritas seorang wartawan.

Arifin menyoroti bahwa dengan mudahnya akses informasi, peran wartawan bergeser menjadi filter kebenaran. Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar memegang teguh kode etik jurnalistik, bersikap independen, dan selalu mengedepankan kepentingan publik. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diimbangi dengan tanggung jawab sosial yang besar.

"Jadikan UKW sebagai momentum untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan cepat puas dengan ilmu yang telah dimiliki. Dunia jurnalistik terus berkembang, maka pengetahuan dan keterampilan pun harus terus diperbarui," tegas Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menegaskan, komitmen Pemkot untuk membangun kolaborasi strategis dengan insan pers. Ia membutuhkan media sebagai mitra dalam menyampaikan program pemerintah, mengedukasi masyarakat, serta memberikan kritik dan pengawasan konstruktif demi perbaikan pelayanan publik.

Arifin juga berharap hubungan antara pemerintah dengan media dibangun atas dasar saling menghormati independensi dan keterbukaan terhadap kritik.

"Kami sangat terbuka untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers. Saya berharap hubungan antara pemerintah dan media dapat dibangun dalam semangat saling menghormati independensi, terbuka terhadap kritik, serta sama-sama menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama," tambah Arifin.

Menutup sambutannya, Arifin mendoakan agar rangkaian kegiatan UKW Angkatan 66 berjalan lancar dan menghasilkan wartawan-wartawan yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo menjelaskan, UKW Angkatan 66 ini diikuti oleh 21 peserta terdiri dari 4 kelas muda dan 1 kelas madya. 

"UKW Angkatan 66 akan berlangsung selama 2 hari, mulai Senin (5/10) hingga Selasa (6/10)," jelasnya.

Menurutnya, uji kompetensi memang belum menjadi syarat yang diwajibkan, tetapi secara tidak langsung sudah mendapatkan legitimasi dan dinyatakan kompeten.

"Ada tiga tingkatan, muda, madya, dan utama. Ya mudah-mudahan buat teman-teman yang mengikuti uji kompetensi muda, bisa menjadi batu locatan pertama untuk kemudian nanti 3 tahun berikutnya mengikuti uji kompetensi madya, kemudian 2 tahun selanjutnya bisa mengikuti uji kompetensi utama," tutur Kesit.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP