Loading
Sebanyak 100 siswa-siswi SMAN 10 Jakarta mengikuti kegiatan roadshow Peningkatan Pencegahan Tawuran yang diinisiasi oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pembentukan karakter generasi muda pelajar agar menatap masa depan yang lebih baik.
Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan mengatakan, upaya pencegahan tawuran terus digalakkan secara berkelanjutan agar aksi tawuran tidak terjadi lagi di Jakpus. Sehingga siswa-siswi di Jakarta Pusat dapat fokus mengukir prestasi melalui berbagai pembekalan dan kegiatan positif.
Menurutnya, aksi tawuran memiliki dampak buruk yang sangat merugikan bagi pelajar, keluarga maupun orang lain. Sebab, selain merusak fasilitas dan masa depan, keterlibatan dalam tawuran juga dipastikan akan mengganggu proses pendidikan siswa karena adanya sanksi tegas yang menanti.
"Sanksi bagi siswa-siswi yang kedapatan melakukan tawuran di antaranya, pencabutan peserta program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Serta sanksi pidana karena mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum," ungkapnya, di SMAN 10 Jakarta, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Rabu (20/5).
Prasetyo juga mengajak warga Jakarta Pusat khususnya orang tua siswa untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar anak-anak terus bertumbuh meningkatkan kapasitas diri.
"Selain meningkatkan kapasitas diri para siswa diharapkan juga dapat mengasah kemampuan diri demi menyongsong masa depan dengan penuh semangat," paparnya.
Sementara itu, Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Pusat Sony Triwibawa menjelaskan, kegiatan Peningkatan Pencegahan Tawuran Roadshow Jakarta Damai; Pelajar Bersatu, Tawuran Berlalu" Angkatan I Tahun 2026 diikuti sebanyak 100 siswa-siswi SMAN 10 Jakarta.
"Kegiatan dilaksanakan bertujuan memberikan pemahaman seputar bahaya dari dampak negatif tawuran kepada pelajar," tambahnya.