Balaikota DKI Menjadi Tempat Penganugrahan Jurnalistik MHT ke-52 Tahun 2026

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya kembali menggelar  Anugerah Jurnalistik MHT (Mohammad Husni Thamrin). Acara tahunan ini memasuki penyelenggaraan ke-52 dan kali ini berlangsung di Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta , Senin, (7/9).

Pada kesempatan ini hadir Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Administrasi Jakarta Pusat, Prasetyo Kurniawan bersama Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kominfotik Jakarta Pusat Rachmat Setiawan sebagai perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Sebanyak 754 karya jurnalistik turut berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai tingginya ùpartisipasi tersebut menunjukkan kuatnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta sekaligus mengawal jalannya pembangunan kota.

“Saya mengapresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, dewan juri, seluruh peserta, dan para pemenang Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin 2026. Tahun ini ada 754 karya jurnalistik yang berpartisipasi, menunjukkan besarnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta dari berbagai sudut pandang,” ujar Pramono.

Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah. Pemberitaan yang akurat, berbasis fakta, dan tidak berlebihan dibutuhkan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jernih mengenai kondisi Jakarta.

“Menurut saya apa adanya. Enggak perlu yang terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi, bahkan saya kecenderungannya untuk dikurang-kurangi karena memang saya tidak mau terlalu overexpose yang kenyataannya tidak seperti itu,” jelasnya.

Karya jurnalistik yang berbasis fakta, data, kode etik, dan tanggung jawab publik, lanjutnya, juga membantu pemerintah melihat berbagai persoalan secara lebih objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki kebijakan dan layanan publik.

Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI menargetkan Jakarta masuk jajaran 20 besar kota global dunia pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi dengan insan pers dinilai penting agar berbagai agenda pembangunan, capaian, dan tantangan kota dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Banyak agenda strategis Jakarta yang perlu terus dikawal bersama, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan transportasi publik dan Transit-Oriented Development (TOD), penataan ruang kota, hingga transformasi pengelolaan sampah. Peran media penting agar masyarakat mengetahui arah kebijakan, progres, sekaligus manfaatnya secara nyata,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi hadirnya kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dalam penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, karya jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari memori kota yang akan membantu generasi mendatang memahami perjalanan Jakarta.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan teruslah berkarya dengan menjaga integritas serta profesionalisme. Pemprov DKI membutuhkan pers yang independen, kritis, akurat, dan konstruktif untuk bersama-sama mengawal Jakarta menjadi kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Aulia/Kominfotik JP

Reporter: Aulia & Editor: Iman
Feature Pak JP Pak JP Pak JP