Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin melakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026, di Ruang Pola, kantor walikota setempat, Kamis (18/6).
Arifin menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Pusat atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, pencanangan ini menjadi momentum penting untuk menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026.
Pelaksanaan sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Hasil data yang dihimpun oleh ratusan petugas sensus BPS sangat penting untuk merumuskan arah pembangunan nasional ke depan.
"Sensus ini perlu dukungan dan partisipasi semua pihak untuk menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi Jakarta Pusat untuk menghimpun data ekonomi di lapangan," ujarnya.
Ia pun mengintruksikan seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat mendukung dan membantu petugas sensus mengakses beberapa lokasi seperti perhotelan, perkantoran maupun rumah susun atau apartemen.
"Saya juga meminta petugas sensus ramah dan murah senyum menghadapi berbagai kondisi warga dari berbagai latar belakang saat menunaikan tugas untuk mendapatkan gambaran kondisi ekonomi secara akurat," ucapnya.
Wali Kota Arifin juga mengajak seluruh pelaku usaha di Jakarta Pusat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data dan informasi yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas sensus.
"Mohon untuk diterima petugas Sensus Ekonomi 2026 Jakarta Pusat, mereka menggunakan atribut yang jelas dengan surat tugas, tanda pengenal dan lainnya, sampaikan sejelas-jelasnya data yang lengkap dan akurat untuk langkah pemerintah ke depannya, dalam kebijakan ekonomi, sosial dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Jakarta Pusat Undich Sadewo Sunu menjelaskan, sebanyak 775 petugas terdiri 668 pendataan lapangan dan 88 pengawas bertugas melakukan sensus ekonomi warga di delapan kecamatan.
"Secara umum sensus ekonomi dilakukan untuk mendapatkan informasi usaha di Jakarta Pusat dan se-Indonesia. Serta kondisi sosial ekonomi warga juga ikut direkam saat melakukan pendataan door to door," jelasnya.
Undich menambahkan, sensus ekonomi yang digelar serentak seluruh Indonesia bertujuan mendapatkan gambaran utuh perekonomian dengan dinamika kehidupan masyarakat.
"Serta potret sosial ekonomi keluarga diperoleh sehingga pemerintah dapat menyusun perencanaan, evaluasi arah pembangunan dengan menggunakan data ekonomi terkini sehingga intervensi yang dilakukan lebih presisi," tandasnya.