Loading
Kelurahan Kampung Rawa berkolaborasi dengan CSR dari Ikatan Istri Dokter Indonesia merehab fasilitas sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Jalan Rawa Selatan I, RT 01/RW 07, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Lurah Kampung Rawa Ati Mediana mengatakan, rehab fasilitas sanitasi tersebut merupakan tindak lanjut usulan warga yang disampaikan Ketua RT 01/RW 07 Kampung Rawa Suryadi saat digelar silaturahmi malam hari (SMH) bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin beberapa waktu lalu.
"Warga RT 01/RW 07 pada SHM meminta perbaikan MCK umum dan ditindaklanjuti Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan menggandeng CSR dari Ikatan Istri Dokter Indonesia," katanya.
"Kondisi MCK sebelum direnovasi mengalami kendala fungsional. Dari total empat bilik yang tersedia, hanya satu bilik yang dapat dipergunakan mandi, sementara tiga bilik untuk buang air tidak berfungsi," jelas Ati.
Ia menambahkan, renovasi fasilitas satinasi direnovasi menjadi tiga bilik terdiri dari dua kakus dan satu kamar mandi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada CSR Ikatan Istri Dokter Indonesia atas bantuan rehab MCK umum bagi warga RT 01/RW 07 untuk menekan angka Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kampung Rawa," imbuhnya.
Ati memaparkan, renovasi fasilitas MCK umum dikerjakan empat pekerja dibantu personel PPSU ditargetkan rampung pada pekan ini.
"Kami juga sudah bersurat ke Baznas Bazis DKI untuk menyediakan fasilitas air wudhu untuk warga yang ingin salat di musala. Serta permohonan sedot tangki septik ke Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat," paparnya.
Tak lupa Ati juga mengimbau kepada warga agar merawat fasilitas sanitasi yang sudah direnovasi dengan menjaga kebersihan.
"Saya mengajak warga bergotong royong merawat MCK umum ini sehingga dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang," imbaunya.
Sementara itu, Ketua RT 01/RW 07 Kampung Rawa Suryadi mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Pusat beserta jajaran yang bergerak cepat merespon aspirasi perbaikan fasilitas sanitasi.
"Sarana MCK umum sangat dibutuhkan warga disebabkan masih ada beberapa rumah warga belum memiliki kamar mandi sendiri," ujarnya.