Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar melakukan pemantauan pangan di sentra takjil Pos Polisi RW 01 Bendungan Hilir (Benhil), Kecamatan Tanah Abang, Kamis (26/2).
Arifin mengatakan, pemantauan pangan di sentra takjil Pos Polisi RW 01 Bendungan Hilir rutin digelar setiap bulan suci Ramadan dalam upaya memastikan pangan yang sehat dan aman.
"Pengawasan dilakukan untuk memastikan semua pangan dijual di sentra takjil Pos Polisi RW 01 Bendungan Hilir aman dan sehat saat konsumsi oleh pembeli," ujar Arifin.
Ia menjelaskan, tim terpadu mengambil beberapa sampel pangan takjil untuk dilakukan pengujian di mobil laboratorium BBPOM Jakarta.
"Pengawasan pangan takjil di Jakarta Pusat juga akan menyasar tempat lain seperti di Kemayoran dan sebagainya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar memaparkan, sebanyak 27 sampel pangan takjil makanan yang dijajakan pedagang diambil dan dilakukan uji laboratorium.
"Hasilnya, kami menemukan satu sampel makanan kue mengandung pewarna tekstil, Rhodamin B. Kami sudah menurunkan makanan yang mengandung zat berbahaya agar tidak lagi dijual kepada warga dan mengedukasi pedagang yang menjual pangan tersebut," ungkapnya.
Sofiyani memaparkan, pihaknya mencatat adanya peningkatan kesadaran pedagang agar tidak menjual pangan takjil mengandung zat berbahaya. Tahun 2025, sekitar 4,1 sampel pangan takjil yang diperiksa mengandung zat berbahaya. Sementara tahun 2026, persentase pangan takjil yang mengandung zat berbahaya hanya sekitar dua persen.
"Kami juga gencar mengedukasi warga agar dapat memilih sendiri makanan yang tidak mengandung zat berbahaya. Contoh, makanan yang menggunakan bahan pewarna tekstil akan lebih kinclong dan tidak pudar," tambahnya.