Pemkot Jakpus Sosialisasi Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPST Bantargebang di Dua Kecamatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat mengadakan sosialisasi terkait pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang di dua kecamatan. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie menjelaskan, pihaknya dari pagi sudah mengadakan sosialisasi di Kecamatan Gambir (diikuti enam kelurahan) dan sekarang di Kecamatan Tanah Abang (diikuti tujuh kelurahan). 

Suprayogie mengatakan, nantinya pada tanggal 1 Agustus 2026 akan ada pembatasan sampah dari DKI Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang. 

"Sampah yang boleh masuk ke Bantargebang hanya sampah residu. Nantinya kita melakukan pembatasan dan pemilahan sampah secara bersama-sama," katanya, di Aula Kecamatan Tanah Abang, Senin (30/4). 

Dilanjutkan Suprayogie, nantinya juga akan dibentuk Tim Monitoring Percepatan Penanganan Sampah yang beranggotakan dari Satpel Lingkungan Hidup, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan serta kelurahan berkolaborasi dengan warga di tiap kelurahan. 

"Para ketua RT, RW, LMK, Dasawisma, Jumantik, Posyandu, FKDM, PKK, harus dapat mensosialisasikan kegiatan ini ke seluruh masyarakat di wilayah masing-masing," ucapnya. 

"Kita harus mempunyai niatan sama bahwa harus bisa menangani persoalan pengelolaan sampah dari sumbernya," imbuh Suprayogie. 

Baca Juga:

Per Agustus 2026 Pembuangan Sampah ke TPST Bantargebang Dibatasi, Ini Mekanisme Penanganan Pemkot Jakpus 

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Petamburan Ahmad Fauzi menerangkan bahwa penanganan sampah di wilayahnya bekerja sama dengan PT Pengadaian untuk memilah sampah mempunyai pengelolaan sendiri dengan slogan 'Sampah Jadi Berkah'. 

"Kita kunjungi ke rumah-rumah warga setiap hari Rabu untuk pilah sampah. Sampah plastik kita pisahkan, sampah organik, dan non organik. Sampah plastik kita stor ke Bank Sampah Hijau lalu distorkan ke pengadaian. Hasil dari kumpulan plastik ditukar menjadi tabungan emas," jelasnya. 

Kegiatan itu, lanjut Ahmad, sudah berjalan 6 bulan dalam memilah sampah setiap hari Rabu. Dan masyarakat sangat antusias serta dapat meminimalisir sampah rumah tangga. 

"Sebulan kita bisa mengumpulkan 80 kilo sampah plastik dan alhamdulillah sampah di RW 02 Kelurahan Petamburan sangat berkurang. Ke depan kita akan terus memilah sampah tidak hanya sampah plastik," pungkasnya. 

Reporter: Andre & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP