Tim Penilai Adiwiyata Tingkat Kota Sambangi SDN Kramat 01 dan SMKN 34 Senen

Tim penilai Adiwiyata Kota Administrasi Jakarta Pusat melakukan verifikasi sekaligus penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Tahun 2026 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kramat 01 dan SMKN 34 Senen, Kecamatan Senen, Kamis (23/4). 

Tim Penilai Adiwiyata perwakilan dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Agung Suwardiana mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar perlombaan estetika, melainkan penilaian terhadap tata kelola lingkungan sekolah yang berkelanjutan dan menumbuhkan budaya cinta lingkungan di kalangan siswa dan warga sekolah.

"Kami melakukan penilaian meliputi pengelolaan sampah yang terpadu, upaya penghijauan dan penanaman pohon di area sekolah, program konservasi air dan penghematan energi dan membangun budaya lingkungan," paparnya. 

Ia menambakan, target utama digelarnya program sekolah Adiwiyata yakni terbentuknya karakter siswa dan warga sekolah yang peduli terhadap lingkungan.

"Sekolah yang berhasil lolos verifikasi akan mendapat apresiasi dari Masyarakat Peduli Lingkungan yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Kramat 01 Neneng Mulia mengatakan, lingkungan sekolah itu tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi juga berupaya untuk mewujudkan sekolah yang bisa terintegrasi dengan pembelajaran berbasis lingkungan.

"Alhamdulillah kami terus berupaya untuk membangun komitmen bersama,  bersinergi, bersatu, dan mengajak orang tua, semua warga sekolah untuk bisa mewujudkan bagaimana sekolah  bisa nyaman, asri, dan juga menumbuhkan karakter anak yang cinta lingkungan," ucapnya.

Neneng menuturkan dalam kegiatan Adiwiyata ini, SDN Kramat 01 telah melakukan beberapa inovasi secara edukasi tidak hanya dari segi pembelajaran tetapi juga dengan imbauan ringan seperti tidak membuang sampah sembarang dan memilah sampah organik dan anorganik 

"Kita selalu memberikan pembelajaran kepada anak di mana sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk, anorganik bisa kita olah menjadi ketrampilan yang lainnya.  Alhamdulillah sedikit-sedikit dari segi pembelajaran di kelas kami tidak hanya meningkatkan dari segi akademik tapi bisa juga bagaimana menurunkan karakter cinta peduli kepada lingkungan," paparnya.

"Semoga langkah kecil kami dari sini menjadi sebuah awal untuk membentuk generasi yang lebih baik dan bisa berkarakter yang positif," ujarnya.


Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 34 Jakarta Sulistiyani menuturkan penilaian Adiwiyata ini merupakan kehormatan dan motivasi untuk terus berjuang mengelola lingkungan sekolah dan sekitarnya.

"Kegiatan ini memompa semangat kami untuk terus peduli akan kondisi bumi yang kita pahami sedang tidak baik-baik saja, pemanasan global juga sudah kita rasakan oleh karena itu kesadaran akan pengelolaan lingkungan dari semua kalangan diperlukan agar menjadi lebih baik," katanya.

Menurutnya, Adiwiyata bukan sekedar proses penilaian namun proses pembelajaran terutama pembangunan karakter peduli dan cinta lingkungan.

"Karakter tersebut Kami tanamkan melalui pembiasaan yang sederhana dalam setiap harinya menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah dan mengelola sampah menjadi hal yang bermanfaat," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Perwakilan Kecamatan Senen Kasubag Program dan anggaran, Fitrah Mubarak mengapresiasi SDN Kramat 01 dan SMKN 34 yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk penilaian dan pembinaan Adiwiyata.

Fitrah menuturkan kegiatan ini merupakan gerakan upaya untuk membangun kesadaran warga sekolah untuk berupaya membangun lingkungan.

"Seperti masalah sampah, terutama masalah sampah ya, karena TPST Bantargebang ini sudah menurunkan volume untuk pembuangan akhirnya. Kita diharapkan di sekolah ini bisa zero waste, jadi mudah-mudahan Adiwiyata ini bisa menyimpulkan kesadaran kita untuk bisa mengelola sampah di lingkungan sekolah," tandasnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP