Safari Gemarikan di SDN 13, Dorong Anak Konsumsi Ikan Sejak Dini

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Tahun 2026, yang kali ini berlangsung di SDN 13, Jalan Karet Pasar Baru Barat, Kecamatan Tanah Abang, Jumat (4/9). 

Kasudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Pusat Siti Halimah mengatakan, kegiatan Gemarikan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga dengan ikan sebagai salah satu sumber protein. Kampanye tersebut juga diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih gemar mengonsumsi ikan sejak usia dini.

“Tujuan dari kegiatan Gemarikan adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat melalui kampanye tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga dengan ikan sebagai sumber protein. Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu pemicu perubahan pola konsumsi di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Siti, kegiatan Safari Gemarikan di Jakarta Pusat menyasar 600 siswa sekolah dasar serta kelompok balita. Pelaksanaan di SDN 13 Karet Tengsin merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan di SDN Cempaka Putih Barat 07.

Baca Juga:

Baca Juga: 

Sudin KPKP Jakpus Gelar Safari Kampanye Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07

Dilanjutkan Siti, para siswa juga mendapatkan paket makanan olahan ikan yang terdiri dari ikan bandeng, bakso ikan, dan olahan ikan lainnya. Para peserta juga diajak mengikuti kegiatan makan ikan bersama sebagai bagian dari kampanye untuk memperkenalkan berbagai jenis olahan ikan kepada anak-anak.

Ia menjelaskan, edukasi Gemarikan tidak hanya memperkenalkan ikan yang diolah dengan cara digoreng atau dibakar. Anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai inovasi olahan ikan seperti bakso, nugget, dan makanan olahan lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami juga memberikan edukasi bahwa ikan bukan hanya bisa dimasak dengan cara digoreng atau dibakar, tetapi juga dapat diolah menjadi bakso, nugget dan berbagai olahan lainnya. Dengan begitu, anak-anak yang sebelumnya kurang menyukai ikan diharapkan dapat mulai menyukai ikan karena bentuk dan penyajiannya lebih menarik,” jelasnya.

“Kegiatan tersebut turut didukung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra yang memberikan makanan olahan ikan untuk kegiatan makan bersama. Salah satunya berupa Fish Finger, yaitu olahan ikan patin yang dibalut tepung roti dan dibuat dalam bentuk memanjang menyerupai jari,” imbuhnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie mengapresiasi pelaksanaan Safari Gemarikan di SDN 13. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.

“Pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan konsumsi ikan adalah tanggung jawab kita semua. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan memotivasi kita semua untuk lebih sadar terhadap pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi demi generasi penerus bangsa,” katanya.

Suprayogie juga mengajak para siswa untuk membiasakan mengonsumsi ikan. Menurutnya, ikan memiliki kandungan gizi yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan anak serta dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting.

Ia berharap kegiatan Gemarikan dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya pola konsumsi makanan bergizi dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah dasar.

“Yang belum suka ikan, ke depannya diharapkan menjadi suka ikan. Yang sudah suka ikan, teruskan makan ikannya, karena ikan memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk membentuk anak-anak menjadi sehat dan tangguh,” tandasnya.

Reporter: Radi Magang & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP