Warga Cideng Masuk Finalis Ajang Pilah Olah Sampah Heroes

Dalam rangka mendukung pemilahan sampah dari sumber, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta menginisiasi kegiatan Pilah Olah Sampah Heroes dalam mencari sosok penggerak dalam masyarakat.

Salah satu finalis yang mengikuti ajang ini ialah Juliana Ojong, warga Jalan Ampasit II, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, merupakan aktivis lingkungan yang fokus pada eco enzyme. Ia juga dikenal sebagai Sekjen Eco Enzyme Nusantara Pusat dan relawan sampah organik. 

Juliana Ojong sejak 2019, aktif mengedukasi ibu rumah tangga, sekolah, dan komunitas tentang cara mengolah sampah kulit buah dan sayur menjadi eco enzyme. 

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi yang bisa dipakai untuk pembersih, pupuk, penjernih air, sampai untuk penyemprotan mengurangi polutan udara.

Juliana menerangkan, dalam 7 tahun perjalanan dirinya sebagai relawan Eco Enzyme Nusantara, sudah lebih kurang 31 produk manfaat  yang dihasilkan, mulai dari alat untuk membersihkan rumah, masker wajah, cairan saat luka hingga bantal untuk kesehatan pinggang atau perut.

“Saya berharap dengan ajang ini warga masyarakat kian sadar untuk dapat mengelola sampah khususnya sampah organik dengan baik dan bijak dari sumbernya. Sehingga nantinya beban sampah yang keluar dari rumah akan berkurang dan semangat ini semoga dapat menular kepada yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tim penilai dari Dinas Kominfotik Ied Sabilah menjelaskan, kegiatan ini dibuka pendaftaran pada 12 hingga 25 Oktober silam dan antusias warga pendaftar cukup besar sekali, terhitung 173 warga sudah mendaftar. Dari 173 pendaftar kemudian mengkrucut jadi 24 dan setelah dilakukan seleksi terpilihlah 15 peserta yang berasal dari lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta.

“Jadi ajang ini kita mencari orang yang dapat menyampaikan informasi ataupun menggerakan kepada warga masyarakat sekelilingnya, karena tidak mudah tentunya mengubah perilaku warga khususnya dalam memilah sampah. Maka dari itu Dinas Kominfotik mencari sosok-sosok inspiratif yang berpengaruh membantu pemerintah dalam hal ini dalam mengurangi sampah dari sumbernya,” tuturnya.

Dilanjutkan Ied, untuk tim penilai terbagi dalam dua juri, yang pertama yaitu, juri teknis yang berisikan dari perwakilan Dinas Kominfotik, Dinas LH, Biro Pemerintahan dan Biro PLH. Sementara satu tim juri lainnya merupakan tim penilai ahli yang terdiri dari pimpinan dari unsur pemerintahan, akademisi dan juga influencer. 

“Jadi dari 15 yang masuk verlap akan disaring menjadi 10 dan kemudian yang 10 tersebut akan mempresentasikan langsung dihadapan juri ahli pada 9 November mendatang. Ditargetkan pada keesokan harinya yaitu 10 November 2026 bersamaan dengan Hari Pahlawan akan diberikan penghargaan bagi para pemenang,” tutupnya.

Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP