Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menggelar monitoring dan evaluasi (monev) Program Intervensi Keamanan Pangan Terpadu.
Monev meliputi Kelurahan Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Jakarta Pusat.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan, keamanan Pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Pangan aman tidak hanya berkaitan dengan kualitas yang dikonsumsi, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan lingkungan yang sehat.
"Oleh karena itu, upaya mewujudkan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, dunia pendidikan, pengelola pasar, pelaku usaha, serta organisasi kemasyarakatan," ujarnya, di Ruang Serbaguna Besar, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (22/10/2026).
Ia mengungkapkan, pelaksanaan program ini juga menjadi bentuk komitmen guna mendukung penyelenggaraan keamanan pangan terpadu sebagaimana diamanatkan melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 113 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan Terpadu.
Sementara program keamanan pangan terpadu di Jakarta Pusat telah dimulai melalui tahapan audiensi tanggal 31 Maret 2026 serta dilanjutkan dengan berbagai tahapan intervensi hingga saat ini.
"Program mencakup tiga fokus utama yakni Kelurahan Pangan Aman; Sekolah yang melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan; dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas," ungkapnya.
Arifin berharap peserta mengikuti kegiatan monev secara aktif karena keberhasilan program ini diukur dari semakini meningkatnya pengetahuan, kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga keamanan pangan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada BBPOM, lurah, camat, Satuan Pendidikan, Pengelola Pasar yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan keamanan pangan terpadu tahun 2026. Semoga monev menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat, langkah tindak lanjut yang jelas serta komitmen bersama untuk menjamin keberlanjutan pangan di Jakarta Pusat," paparnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra mengatakan, program intervensi keamanan pangan yang telah berjalan sejak awal hingga Oktober 2026 di Jakarta Pusat berjalan sangat baik.
Adapun indikator keberhasilan utama dari pelaksanaan program ini yakni tidak ditemukannya kasus keracunan pangan.
"Serta, komitmen dan pemantauan mandiri secara konsisten oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat kelurahan, sekolah, maupun pasar," jelasnya.
Ia menambahkan, BBPOM di Jakarta telah melakukan intervensi keamanan pangan aman di 19 kelurahan dan lima kelurahan baru, 14 sekolah serta satu pasar selama tahun 2026.
Bahkan, beberapa wilayah dan instansi di Jakarta telah berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional, seperti Kelurahan Cempaka Putih Timur/Cikini yang pernah diraih sebelumnya.
"Keberhasilan ini diharapkan menjadi pijakan (pemicu) awal untuk memperluas replikasi program ke kelurahan, sekolah, dan pasar lainnya di DKI Jakarta," tambahnya.