Loading
Memasuki hari terakhir verifikasi lapangan dari Proklim Utama tahun 2026, tim penilaian menyambangi RW 06 Kelurahan Petamburan yang berlokasi di Jalan Petamburan VI, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Perwakilan tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Suci Resti Pratiwi menerangkan, untuk RW 06 Petamburan ini merupakan lokasi terakhir verlap di wilayah Jakarta Pusat yang telah berlangsung dari Senin kemarin.
“Untuk tahun ini, di keseluruhan wilayah DKI Jakarta terdapat 17 titik lokasi verlap RW Proklim Utama, sementara di Jakarta Pusat terdapat lima titik. Nantinya seumpama RW 06 Petamburan ini lolos dari verlap Dinas LH, kemudian akan di verlap kembali oleh tim dari Kementrian LHK untuk proses lanjutan mendapatkan Proklim Utama atau setara Tingkat Nasional,” terangnya.
Suci berharap dengan memasuki tingkatan Proklim Utama ini, alangkah baiknya cakupan dari tiap-tiap RT yang ada di RW 06 dalam menggalakan proklim dapat meningkat, sehingga terbentuk budaya yang melekat terhadap kebiasaan-kebiasaan yang ada di setiap aspek dari proklim.
Sementara itu, Lurah Petamburan Rian Hermanu menambahkan, warga RW 06 ini memiliki budaya yang cukup baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, jadi bukan karena mau menghadapi Proklim Utama lantas segalanya dipersiapkan mendadak, namun karena kebiasaan baik yang telah dipupuk sejak lama.
“Alhamdulillah di RW 06 ini memiliki warga yang guyub menjaga lingkungan hijau dan asri. Dilihat sejak 2008 dan 2009, RW 06 ini mendapatkan Piagam Adipura, jadi tidak heran bahwa keterlibatan warga masyarakat untuk menjaga lingkungan cukup baik, sudah terbiasa hidup aman, bersih, dan asri,” ungkapnya.
Senada dengan Lurah Rian Hermanu, Ketua RW 06 Petamburan Sumarsono mengatakan, dirinya bersama jajaran RW tidak mempersiapkan secara khusus untuk verlap Proklim Utama ini.
“Jadi memang masyarakat di sini sudah terbentuk untuk mencintai lingkungan. saya memiliki program yaitu satu bulan satu pot tanaman untuk setiap rumah yang ada di sini, otomatis satu tahun terdapat 12 pot tanaman. Nantinya pertahun kita berikan apresiasi bagi rumah yang memiliki tanaman hijau terbanyak. Bukan hanya itu, kita juga mulai mengembangkan bank sampah yang terpusat di balai warga RW 06 ini,” katanya.
Dilanjutkan Sumarsono, dalam menghadapi verlap Proklim Utama ini tidak ada yang dibuat-buat artinya seperti sistem kebut semalam.
“Semua orisinil apa adanya, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, tidak ada kerahasiaan, karena bagi saya seumpama kita lolos atas dasar dibuat-buat di dunia ini dapat menipu orang, namun diakhirat itu tidak akan lolos dari catatan amal buruk,” tutupnya.