Loading
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke Puskesmas Flamboyan 5 Pembantu Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kamis (8/10).
Kunjungan ini dalam rangka monitoring posyandu terkait aplikasi Smart Posyandu dan merupakan program digitalisasi layanan kesehatan dasar yang digagas oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk memodernisasi operasional dari cara manual menjadi berbasis digital.
Budi mengatakan, setelah melakukan monitoring data pasien sudah tersusun sangat bagus, terlebih data pengukuran badan anak telah menggunakan antropometri modern
"Kita memang spesifikasinya di antropometri alat penimbangan ukur tinggi panjang sudah ada bluetoothnya tetapi belum ada daerah yang bisa mengkoneksikan secara digital langsung," ungkapnya.
Menurutnya dengan adanya pengukuran digital tersebut petugas puskesmas tidak perlu menulis secara manual lagi karena data entrinya sudah masuk otomatis ke sistem.
“Jadi sangat luar biasa untuk wilayah DKI Jakarta, ada aplikasi JakAntro nanti saya minta menjadi contoh ke daerah-daerah lain," imbuh Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, Smart Posyandu ini merupakan salah satu upaya melakukan digitalisasi terhadap proses layanan yang ada di Posyandu.
"Kami ingin proses pencatatan data dari balita harus disimpan dan dianalisa, karena itu salah satu dasar kami untuk melakukan intervensi sehingga proses edukasi berjalan dengan baik," tuturnya.
Dilanjutkan Ani, alasan memilih Puskesmas Flamboyan 5 untuk dijadikan tempat memonitoring Smart Posyandu karena dari awal Jakarta Pusat berkomitmen menerapkan aplikasi JakAntro.
"Posyandu Flamboyan Jakarta Pusat merupakan salah satu wilayah yang memiliki komitmen kuat untuk melakukan perubahan itu, seperti cara kerja kader, cara kerja pengurus posyandu serta teman-teman yang ada di puskesmas," tutupnya.