Loading
Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
(Paskibraka) tingkat Kota Administrasi
Jakarta Pusat Tahun 2026 memasuki tahap tes kesehatan dan parade. Kegiatan yang
dilaksanakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol)
Kota Administrasi Jakarta Pusat ini berlangsung di Ruang Serbaguna Utama,
Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Ketua Subkelompok Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan
Politik Suban Kesbangpol Jakarta Pusat, Wahyu Apriyanto mengatakan setelah
melewati tahapan seleksi wawasan kebangsaan dan juga seleksi intelijensi umum
tersaring 307 orang yang terdiri dari 125 orang laki-laki dan 182 orang
perempuan.
" Hari ini, seleksi kesehatan yang bekerjasama dengan
dengan Sudin Kesehatan Jakarta Pusat yang meliputi, berat badan, tinggi badan, suhu,
tensi, nadi, respirasi atau pernapasan, Selanjutnya buta warna, fokus tajam
penglihatan, screening riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yaitu, gigi dan
varises. Kemudian tes parade yang dilakukan pemeriksaan postur tubuh oleh
penguji dari unsur TNI,"katanya.
" Seeleksi Parade adalah menilai postur tubuh dan
keseimbangan. Tim penguji akan melihat kesimetrisan bahu, posisi kepala, hingga
stabilitas saat melakukan gerakan dasar seperti hadap kiri dan kanan, dan jalan
di tempat," imbuhnya.
Wahyu menuturkan, setelah tes ini, calon paskibraka yang
dinyatakan lolos akan melanjutkan ke seleksi Samapta dan Peraturan
Baris-Berbaris (PBB) yang akan berlangsung pada Sabtu (18/4) dan diakhiri
dengan seleksi kepribadian dan wawancara pada Rabu (22/4) mendatang.
"Kami akan menetapkan sebanyak 44 peserta atau 22
pasang pria dan perempuan untuk bertugas sebagai anggota Paskibraka Tingkat Kota
Jakarta Pusat. Dari jumlah ini, delapan pasang terbaik akan dikirim mengikuti
seleksi di tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan harapan bisa menembus hingga
tingkat Nasional," jelasnya.
Ia memaparkan, peserta yang terpilih akan menjalani
pemusatan latihan dari bulan Juni hingga awal Agustus sebelum akhirnya
dikukuhkan secara resmi pada bulan Agustus 2026.
Sementara, tim penguji dari perwakilan TNI, Edi Harapan
menambahkan, seleksi Parade menekankan pentingnya postur tubuh yang sempurna.
"Fungsinya yakni, melihat keseimbangan tubuh. Jika
postur mereka seimbang dan tegak maka saat menggunakan seragam Paskibraka akan
terlihat bagus dan tidak miring," tandasnya.
Maul/(Kominfotik/JP)