Pemprov Sinergi KPW Bank Indonesia Gelar JKF 2026 di Istora Senayan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersinergi dengan Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026, di lstora Senayan, yang berlangsung selama dua hari yakni, dari tanggal 4 hingga 5 Juli. 

JFK 2026 mengusung tema "A Creative Movement for A Sustainable Global City" menjadi platform kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, perbankan, pelaku UMKM, masyarakaţ dan media untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, JKF 2026 diselenggarakan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi kreatif bertumbuh dengan baik melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat. 

"Ekonomi kreatif menjadi new engine, of growth bagi Jakarta. Saya mengapresiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang secara konsisten menghadirkan JKF sebagai ruang kolaborasi nyata antara seluruh pemangku kepentingan dengan dunia usaha, khususnya pelaku ekonomi kreatif dan UMKM  sehingga memperkuat langkah Jakarta untuk menuju kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Pramono Anung, Sabtu (4/7). 

Ia mengungkapkan, berdasarkan data bahwa Jakarta bertumbuh sekitar 5,59 persen pada Triwulan I 2026 dan memberikan kontribusi pada GDP sebesar 16,67 persen. 

"Serta Jakarta secara keseluruhan memberikan kontribusi hampir 38 persen transaksi yang menggunakan QRiS di seluruh Indonesia. Serta 422 ribu pelaku UMKM di Jakarta menggunakan sarana pembayaran menggunakan QRIS," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menjelaskan, JKF merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pondasi ekonomi, khususnya pengembangan ekonomi kreatif yang melilbatkan tiga lini utama penggerak yakni sport, musik, dan film.

"JKF bukan sekadar festival, tetapi gerakan kolaboratif bersama untuk menggerakkan sektor ril di Jakarta. Kegiatan yang diikuti 670 lembaga atau instansi bertujuan  memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi pelaku usaha ekonomi kreatif maupun UMKM," jelasnya. 

Ia memaparkan, JKF 2026 yang berlangsung selama dua harj diisi dengan berbagai aktivasi kegiatan dan layanan, termasuk business matching, QRIS Jelajah Indonesia, dan edukasi kebanksentralan. 

"Kami menargetkan transaksi JKF 2026 naik menjadi Rp40 miliar," paparnya. 

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengapresiasi Pemprov  DKI Jakarta atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin guna meningkatkan kontribusi perekonomian Jakarta pada perekonomian nasional.

Serta penyelenggaraan JKF 2026 menjadi bukti nyata bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan untuk mendorong sektor riil serta meningkatkan produktivitas ekonomi DKI Jakarta. 

"Bank Indonesia akan terus mendorong lahirya inovasi, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional melalui perhelatan JKF," tambahnya.

Hadir mendampingi Gubernur Pramono yaitu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie, dan Camat Tanah Abang Dwiarti Indriani Utami.

Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP