Rumah Pompa Akan Dibangun di Lahan Embung Cempaka

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mendampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi Embung Cempaka di lahan depan Komplek Ruko Cempaka Mas, Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Kamis (29/1). 

Rano Karno mengatakan, nantinya di lokasi itu akan dibangun rumah pompa (rupom) untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras di Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih.

"Untuk wilayah Cempaka Putih ini, ternyata titik ini yang paling rendah. Selama ini banjir di jalan pasti larinya akan ke sini dan embung ini nggak terlalu besar, karena itu digunakan pompa mobile, untuk mengatasi persoalan genangan itu, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki perencanaan sebagai solusi, di lahan embung juga akan dibangun rupom permanen,"katanya.

Opsi pengentasan genangan di Jalan Letjend Suprapto dengan membangun Rupom itu, menurut Rano, merupakan yang paling efektif. Sebab, tidak mungkin pihaknya akan melakukan revitalisasi meninggikan jalan karena kontur lahan berada di posisi cekungan.

Menurutnya, upaya pengentasan genangan yang dilakukan melalui pompa mobile selama ini tidak efisien lantaran daya pompa yang terbatas. Karena itu, Ia berharap pembangunan rupom yang akan dilengkapi pompa stationer dengan daya pompa lebih besar, akan mengatasi persoalan genangan di kawasan jalan tersebut.

"Mudah-mudahan adanya rumah pompa dengan kekuatan pompa yang jauh lebih besar, ini akan lebih cepat untuk surut," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin menjelaskan, di lokasi tersebut selama ini telah difungsikan dua unit pompa mobile dengan kekuatan daya pompa masing-masing 500 liter perdetik dan 400 liter perdetik. Sedangkan rupom yang akan dibangun nanti bakal dilengkapi dengan pompa stationer dengan kekuatan total mencapai 8.000 liter perdetik.

Tidak hanya mengatasi genangan di jalan, Ika mengaku pompa yang mengalirkan air dari saluran mikro ke long stored terhubung ke Kali Sunter itu akan bisa meningkatkan kemampuan tata air di kawasan sekitar dengan catchmen atau daya tangkap sekitar 250 hektar. Direncanakan, pembangunan rampung pada tahun 2027 mendatang. 

"Kita sudah berkontrak akhir Desember 2025. Ini sedang proses mobilisasi alat dan insyaallah bulan depan sudah mulai pembangunan," tandasnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Pak JP Pak JP Pak JP
Chat Agent