Warga Cempaka Putih Timur Apresiasi Penataan Kawasan dan Program Pemilahan Sampah Terpadu

Kelurahan Cempaka Putih Timur mencatat tingkat partisipasi warga dalam pemilahan sampah mencapai 66,96 persen atau sekitar 2.213 dari total 3.305 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut. 

Capaian itu merupakan hasil dari program penataan kawasan unggulan yang dimulai pada triwulan III tahun 2026 dengan fokus utama pada edukasi pemilahan sampah berbasis komunitas.

Kepala Seksi (Kasie) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Cempaka Putih Timur Roulina menjelaskan, salah satu lokus keberhasilan program ini terletak di lingkungan RT 09/RW 01. Sejak sosialisasi yang dilakukan secara intensif pada 20 Mei 2026 silam, warga di area yang terdiri dari kurang lebih 50 KK tersebut telah berperan aktif menerapkan sistem pemilahan sampah empat kategori: organik, non-organik, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta residu.

"Sejak sosialisasi dilakukan, warga langsung berperan aktif. Kami melakukan penataan kawasan dengan menambahkan mural bertema pemilahan sampah sebagai media edukasi visual, serta membangun taman-taman kecil dan lubang biopori untuk mengolah sampah daun," jelasnya.

Roulina memaparkan, mekanisme pengelolaan sampah yang diterapkan secara swadaya oleh warga RT 09 RW 01. Tempat pembuangan sampah pilah disediakan secara mandiri oleh warga. Untuk sampah organik atau Sampah Olahan Dapur (SOD), pengangkutan dilakukan oleh Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau petugas Lingkungan Hidup (LH).

"Sementara itu, sampah non-organik yang bernilai ekonomis dikelola melalui petugas gerobak untuk kemudian dijual kembali sebagai bagian dari upaya daur ulang. Adapun sampah kategori B3 dan residu akan diambil oleh petugas gerobak untuk kemudian diserahkan ke truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pemrosesan akhir," jelasnya.

Dalam pelaksanaan penataan kawasan ini, Kelurahan Cempaka Putih Timur berkolaborasi dengan Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat. Kolaborasi ini berupa penyediaan tanaman hias dan penghijauan untuk memperindah lingkungan sekaligus mendukung fungsi ekologis lubang biopori.

"Kami bekerja sama dengan pihak pertamanan untuk menyediakan tanaman. Ini menjadi bagian integral dari penataan kawasan agar tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga asri dan nyaman bagi warga," tambah Roulina.


Dengan tingginya antusiasme warga, lanjut Roulina, di RT 09 RW 01 Kelurahan Cempaka Putih Timur optimis dapat meningkatkan persentase partisipasi pemilahan sampah di seluruh wilayah kelurahan. Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi lingkungan lainnya dalam mewujudkan Jakarta yang bersih dan berkelanjutan.

Sementara itu, respon positif juga datang dari warga setempat. Ujang Budi Amin, seorang warga RT 09 RW 01, menyatakan kepuasan terhadap perubahan lingkungan pasca penataan kawasan. Menurutnya, kondisi lingkungan saat ini menjadi jauh lebih terkendali dan bersih dibandingkan sebelumnya.

"Sangat bagus sekali, lingkungannya jadi terkendali dan bersih. Sebelumnya mungkin baik juga, tapi sekarang ini jauh lebih baik dari yang dulu," ujar Ujang.

Ujang juga menanggapi perbaikan fasilitas taman di wilayahnya. Ia menilai taman yang ada saat ini lebih tertata rapi dibandingkan sebelumnya yang hanya berupa pohon-pohon biasa. Perawatan tanaman tersebut dilakukan secara swadaya oleh warga, termasuk dirinya.

Selain aspek estetika, Ujang telah menerapkan pemilahan sampah di rumahnya. Ia memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik bernilai ekonomis seperti botol plastik dan kardus dikumpulkan untuk dijual kembali melalui petugas gerobak, sementara sampah lainnya diserahkan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kebijakan pilah sampah ini sangat membantu karena lingkungan jadi lebih terkendali. Kita kumpulkan, dipisahin, terus yang bisa didaur ulang kita setorkan ke petugas gerobak. Jadi nggak buang sampah sembarangan," tutur Ujang.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP