Loading
Tim Penilai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaksanakan Verifikasi Lapangan (Verlap) Program Kampung Iklim (Proklim) Madya 2026, di pemukiman warga RW 07 Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (31/8).
Tim verifikator Dinas LH DKI Jakarta Suci Resti Pratiwi mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas kekompakan warga RW 07 Johar Baru yang terus bersemangat menjalankan berbagai aksi adaptasi dan mitjgasi perubahan iklim di wilayah.
"Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, masyarakat RW 07 Johar Baru menunjukkan komitmen tinggi, walaupun di tengah cuaca panas tetap berkumpul dan aktif berpartisipasi tanpa kehilangan semangat saat digelar verifikasi Proklim madya 2026," ujarnya.
Ia mengungkapkan, hasil verikasi lapangan mencatat bahwa warga RW 07 Johar Baru telah melakukan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot.
"Bahkan, fasilitas budidaya maggot yang dikelola warga RW 07 Johar Baru sudah menjadi tempat pembelajaran bagi anak anak sekolah. Ini poin yang sangat penting," ungkapnya.
Ia berharap pengolahan sampah organik dapat merubah perilaku warga dari 22 RT di RW 07 Johar Baru di masa mendatang.
"Jadi aksi nyata ini tidak sekadar dilakukan oleh warga dari dua hingga tiga RT, tapi 22 RT di RW 07 mengingat padatnya pemukiman dan jumlah penduduk yang besar, sehingga perubahan perilaku secara luas akan memberikan ampak lingkungan yang jauh lebih signifikan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Sub Kelompok Lingkungan Hidup - Ruang Publik Hijau (LH-RPH) Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Nanang Sulistyo menambahkan, pembinaan proklim tingkat pratama di RW 07 Johar Baru dimulai dari tahun 2025.
'Semoga hasil verifikasi lapangan sesuai dokumen pengelolaan lingkungan yang diinput melalui sistem Kementerian Lingkungan Hidup," tambahnya.