Loading
Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar kegiatan evaluasi pengumpulan dan pembinaan petugas operasional Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Tahun 2026, Jumat (06/11/2026) malam.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas Bazis termasuk para ASN lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat yang telah memberikan sebagian rezekinya.
"Baznas Bazis Kota Jakarta Pusat telah menunjukkan kinerja yang membanggakan. Dari target pengumpulan ZIS tahun 2026 sebesar 49 miliar hingga 5 November telah terkumpul Rp51.923.145.660,- atau 105 persen dari target," ungkapnya.
"Untuk penunaian zakat profesi 2,5 persen, sudah dilakukan oleh 5.432 ASN yang terdiri dari 3.672 PNS, 1.636 P3K, dan 124 CPNS, dengan persentase 70 persen," imbuhnya.
Arifin menerangkan zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga bentuk solidaritas sosial yang memperkuat kebersamaan antar warga.
"Karena hasil pengumpulan ZIS selama ini akan kembali diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat Raja Zamzami menjelaskan, dana ZIS yang telah dikumpulkan disalurkan kepada delapan asnaf (penerima manfaat) sesuai syariβat Islam.
"Melalui program bantuan Ramadan, bantuan Muharam kepada 1.500 penerima, Beasiswa MDJ (Masa Depan Jakarta), program bedah rumah Duafa sebanyak 51 unit (akan dibangun 39 rumah lagi), serta program tebus ijazah bagi 494 siswa/i," jelasnya.
Raja melanjutkan, program tersebut adalah bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan apabila dikelola secara amanah dan profesional.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UKPD, kecamatan, kelurahan, serta jajaran Baznas Bazis atas dedikasi dan kerja kerasnya. Mari kita terus jaga semangat kolaborasi ini agar target pengumpulan ZIS tahun 2026 dapat tercapai sepenuhnya, bahkan melampaui," tutupnya.