Sekko Jakpus Tekankan Inovasi Pelayanan Publik Bukan Sekadar Digitalisasi Melainkan Solusi Masalah Warga

Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany membuka seminar Membangun Budaya Inovasi Pada Pemerintah Daerah dan Teknis Pelaksanaan Kompetisi Inovasi Tingkat Kota terkait peningkatan kualitas pelayanan publik. 

Denny mengatakan, inovasi dalam pelayanan publik tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai penggunaan teknologi digital atau peluncuran aplikasi baru, melainkan harus dipahami sebagai kemampuan aparatur sipil negara (ASN) untuk menemukan solusi yang lebih baik, menyederhanakan proses kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

"Inovasi pada hakikatnya adalah kemampuan kita untuk menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan, menyederhanakan proses kerja, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya, di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (27/10/2026). 

Denny menjelaskan, tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah menuntut adaptasi berkelanjutan. Warga kini menginginkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, responsif, dan memberikan kepastian hukum maupun administratif.

"Membangun budaya inovasi berarti menciptakan pola pikir dan lingkungan kerja yang mendorong setiap ASN berani mengidentifikasi masalah mendesak, mengembangkan gagasan serta melakukan perbaikan secara terukur, dan berkelanjutan," jelasnya.

Denny juga meminta kepada para peserta seminar agar semangat dalam berinovasi dan mewujudkannya secara konkret di seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Saya minta setiap unit kerja mampu memetakan tantangan perkotaan yang spesifik di wilayahnya, seperti penanganan pengaduan masyarakat, pengelolaan lingkungan, penataan wilayah, pemberdayaan warga, hingga peningkatan kualitas administrasi. Penentuan prioritas perbaikan harus didasarkan pada karakteristik dan kebutuhan lokal, bukan sekadar mengikuti tren nasional," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Denny juga menyampaikan apresiasinya kepada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) khususnya Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintahan, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri atas kontribusi wacana dan praktik terbaik yang dibagikan. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal strategis bagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat dalam merespons dinamika sosial dan teknologi yang terus berubah.

"Pemkot Administrasi Jakarta Pusat berkomitmen menjadikan inovasi sebagai standar operasional pelayanan, bukan sebagai program sesaat. Melalui kolaborasi dengan lembaga strategis nasional dan pemberdayaan potensi internal ASN, Jakarta Pusat berupaya menjawab tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang modern, manusiawi, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh warga," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kepegawaian, Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik Kota Administrasi Jakarta Pusat Eko Suroyo mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyaring para Camat ataupun Lurah dalam ajang lomba inovasi daerah Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2027.

"Seluruh camat dan lurah diharapkan untuk tahun ini bisa mengikuti lomba inovasi daerah di tingkat kota dengan tujuan di tahun 2027 kita sudah mempunyai kader-kader yang akan kami ajukan sebagai calon peserta lomba inovasi daerah di Tingkat Provinsi DKI Jakarta," tandasnya.

Reporter: Berlian Sigit & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP