Wali Kota Jakpus Serahkan SK Pensiun TMT 1 November Kepada 22 ASN

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 22 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purnabakti terhitung mulai tanggal (TMT) 1 November 2026. 

Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pegawai yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikirannya selama bertugas. Ia berharap masa purnabakti menjadi babak baru yang membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat saya menyampaikan banyak terima kasih, penghormatan, dan kebanggaan atas pengabdian yang telah bapak dan ibu berikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” katanya, di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, setiap ASN memiliki perjalanan karier dan masa pengabdian yang berbeda. Ada yang mengabdi selama puluhan tahun, berpindah dari satu unit kerja ke unit lainnya, hingga akhirnya tiba pada masa pensiun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau kita ingat kembali saat pertama kali bekerja sebagai pegawai, mungkin kita masih muda, masih penuh harapan dan cita-cita, penuh semangat, dan sebagainya. Ketika kita mendaftar sebagai pegawai, kita tidak pernah tahu akan mengakhiri masa tugas di posisi atau tempat yang mana. Semua itu menjadi perjalanan hidup yang kita jalani,” tuturnya.

Arifin secara khusus menyoroti pengabdian Istya Sati Murnendyah, yang mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Pusat setelah lebih dari 32 tahun mengabdi.

Ia mengapresiasi peran Bagian Umum dan Protokol yang selama ini memastikan berbagai kebutuhan perkantoran, mulai dari administrasi surat-menyurat, pemeliharaan ruangan, hingga perawatan taman dan lingkungan kantor, dapat berjalan dengan baik.

“Jabatan kepala bagian umum itu sebenarnya jabatan yang tidak mudah. Pekerjaannya sangat banyak karena namanya saja umum, semuanya harus diurus. Mulai dari surat masuk, surat keluar, urusan kantor, sampai ruangan-ruangan yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbagai hasil kerja yang telah dilakukan selama bertahun-tahun akan menjadi kenangan tersendiri, tidak hanya bagi pegawai yang bersangkutan, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.

“Sudut-sudut ruangan ini menjadi saksi bagaimana perhatian dan sentuhan yang selama ini diberikan. Begitu juga taman, pohon, bunga, dan rumput yang dirawat. Semua itu merupakan bagian dari pengabdian yang mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan oleh banyak orang,” katanya.

Arifin menegaskan, meskipun masa tugas sebagai ASN telah berakhir, semangat untuk berkontribusi kepada masyarakat harus tetap tumbuh. Menurutnya, pensiun bukan berarti seseorang berhenti berkarya, melainkan memiliki kesempatan untuk mengabdi melalui cara dan lingkungan yang berbeda.

“Boleh kita berhenti di Pemprov DKI Jakarta sebagai ASN, tetapi pengabdian untuk lingkungan dan masyarakat, termasuk keluarga, tidak akan pernah berhenti. Ada sarana, ada tempat, dan ada wadah berbeda yang bisa bapak dan ibu gunakan untuk melanjutkan pengabdian,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para purnabakti memanfaatkan masa pensiun untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Selama aktif bekerja, sebagian besar waktu pegawai tersita oleh rutinitas kantor, mulai dari berangkat pagi hingga pulang pada sore atau malam hari.

“Selama bekerja, waktu kita banyak dihabiskan di kantor. Bahkan, mungkin kalau dihitung, waktu kita di kantor jauh lebih banyak dibandingkan waktu bersama keluarga di rumah. Sekarang, bapak dan ibu memiliki kesempatan untuk menikmati suasana yang lebih hangat bersama pasangan, anak, dan cucu,” ucapnya.

Selain keluarga, Arifin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama saat memasuki usia pensiun.

“Ketika masih bekerja, terkadang kita merasa sakit sedikit tetap masuk kantor karena ingin menyelesaikan pekerjaan. Sekarang, gunakan waktu yang lebih luas untuk memperhatikan kesehatan. Rajin-rajin memeriksakan diri karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya.

Ia pun memastikan bahwa hubungan kekeluargaan antara para purnabakti dan pegawai yang masih aktif akan tetap terjaga. Para pensiunan dipersilakan datang kembali ke Kantor Walikota Jakarta Pusat untuk bersilaturahmi.

“Kantor ini tidak tertutup untuk bapak dan ibu. Kalau sedang ingin berkunjung, silakan datang. Kita tetap keluarga besar Jakarta Pusat. Mungkin nanti bukan lagi sebagai pegawai yang duduk di meja kerja, tetapi sebagai tamu yang datang untuk bersilaturahmi dan menikmati kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, salah satu penerima SK Pensiun, Istya Sati Murnendyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Pusat, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengabdi selama lebih dari 32 tahun di wilayah Jakarta Pusat.

“Secara pribadi, saya bersyukur telah diberikan kesempatan untuk mengabdi sebagai ASN di Jakarta Pusat selama kurang lebih 32 tahun. Sepanjang masa pengabdian tersebut, saya selalu bertugas di wilayah Jakarta Pusat, berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, hingga bertugas di bagian perekonomian dan terakhir di bagian umum dan protokol,” ungkap Istya.

Ia mengaku, berbagai pengalaman selama bertugas menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang, terutama kebersamaan dengan pimpinan dan rekan kerja yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

“Setiap tempat tugas memberikan pengalaman, pelajaran, dan kenangan yang sangat berharga. Kebersamaan dengan para pimpinan dan rekan kerja itulah yang menjadikan Jakarta Pusat sebagai rumah kedua bagi saya,” katanya.

Istya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan kerja, khususnya jajaran bagian umum dan protokol, atas kerja sama dan dukungan selama dirinya menjalankan tugas.

“Kepada rekan-rekan Bagian Umum dan Protokol, terima kasih atas kerja keras, kekompakan, dan kebersamaan selama ini. Saya bangga pernah menjadi bagian dari tim ini. Semoga semangat saling membantu dan saling menguatkan terus terjaga,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Istya menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan rekan kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan. Ia berharap para pegawai yang masih aktif dapat terus bekerja dengan semangat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Setelah sekian lama membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, kini kami berharap dapat lebih banyak membersamai keluarga, anak-anak, dan kerabat, serta tetap berperan dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Suku Badan Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Pusat Heri Dianto melaporkan bahwa sebanyak 22 pegawai menerima SK Pensiun TMT 1 November 2026. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Suku Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Sosial, serta Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Pada kesempatan ini, kami melaporkan bahwa proses administrasi pensiun bagi 22 pegawai yang memasuki masa purnabakti terhitung mulai 1 November 2026 telah diselesaikan, kegiatan penyerahan SK pensiun ini juga diisi dengan penyampaian informasi mengenai layanan pensiun dari pihak terkait, termasuk PT Taspen dan Bank Jakarta, agar para pegawai memperoleh informasi yang diperlukan untuk memasuki masa purnabakti," pungkasnya.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP