Sekko Jakpus Pimpin Sosialisasi Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Jakarta Pusat menempati posisi strategis sebagai jantung denyut nadi ekonomi, bisnis, pemerintahan, dan diplomasi nasional. Di wilayah ini berdiri kantor-kantor pusat korporasi besar, pusat perdagangan modern, dan institusi terkemuka. Namun, di balik kemajuan fisik dan perputaran modal yang cepat, Jakarta Pusat menyimpan tantangan sosial perkotaan yang nyata dan kompleks.

Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany mengatakan, kemajemukan di Jakarta Pusat menghadapi beberapa hal antara lain kantong-kantong permukiman padat penduduk dengan kerentanan sosial ekonomi, ancaman bencana perkotaan seperti bahaya kebakaran dan genangan air, permasalahan stunting, pengangguran usia produktif, hingga isu lingkungan hidup.

Pemerintah Kota menyadari sepenuhnya bahwa ruang fiskal APBD memiliki keterbatasan. Negara tidak bisa berjalan sendiri. Di sinilah pendekatan pentahelix menjadi mutlak. 

“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan media massa adalah kunci utama. Selama ini, banyak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR yang telah dijalankan oleh masing-masing perusahaan. Langkah itu patut diapresiasi. Namun, sering kali kegiatan tersebut berjalan sendiri-sendiri atau terfragmentasi. Akibatnya, ada wilayah yang menerima bantuan secara berulang, sementara wilayah rentan lainnya justru luput dari perhatian,” ujarnya.

Inilah alasan mendasar mengapa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menginisiasi Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU/CSR) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Saya ingin menegaskan satu hal penting bahwa Forum TJSLBU/CSR ini bukan instrumen birokrasi untuk memungut sumbangan atau membebani dunia usaha. Sama sekali bukan. Forum ini kami gagas sebagai jembatan kolaborasi yang setara, transparan, dan akuntabel,” imbuhnya.

Sebagai informasi, melalui forum ini nantinya akan mewujudkan:

1. Sinkronisasi Berbasis Data Terpadu: Pemerintah Kota menyiapkan peta kebutuhan sosial dan kantong kerentanan secara riil. Data ini memandu program CSR perusahaan agar menyasar target yang tepat tanpa tumpang tindih. 

2. Penyelarasan Program Prioritas: Mengarahkan program pada isu-isu krusial wilayah, mulai dari penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan ekonomi UMKM, penanganan stunting, hingga penguatan ketangguhan kebencanaan di tingkat RT dan RW.  

3. Efektivitas Sumber Daya: Menggabungkan inisiatif multi-sektor agar intervensi yang kita lakukan memberikan dampak nyata yang berlipat ganda (multiplier effect).

Pendekatan ini sejalan dengan paradigma modern: Beyond CSR atau Creating Shared Value (CSV). Tanggung jawab sosial bukan sekadar beban biaya sosial (cost center) atau gugur kewajiban administratif semata. TJSL/CSR adalah investasi sosial strategis. Bisnis hanya dapat bertumbuh secara sehat dan stabil di tengah lingkungan sosial masyarakat yang sejahtera, aman, dan kondusif.


Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP