Loading
Guna melayani 21 rumah warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Pusat membangun empat titik tangki septik komunal di RW 03, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jumat (23/10/2026).
Proyek ini merupakan tindak lanjut program Open Defecation Free (ODF) DKI Jakarta yang menargetkan bebas buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun 2030, dengan pengerjaan dimulai sejak 16 Oktober dan ditargetkan rampung pada 15 Desember mendatang.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru Wintha Frilliana menjelaskan, pembangunan tangki septik komunal ini berada di fasilitas umum dengan durasi pekerjaan 14 hari kalender per titik.
"Koordinasi teknis telah dilakukan bersama pelaksana proyek (plasma proyek) untuk memastikan penyelesaian tepat waktu sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)," jelasnya.
Dilanjutkannya, pihaknya sangat menyambut baik setiap ada program pembuatan tangki septik komunal, karena menjadi salah satu target dalam mengurangi jumlah warga yang buang air besar sembarangan.
Wintha menegaskan bahwa ketersediaan anggaran dari Sudin SDA serta potensi dukungan CSR menjadi faktor penentu kelanjutan program ini. Berdasarkan rencana kerja yang telah disurvei pada akhir September, pembangunan serupa dijadwalkan berlanjut ke RW 04, RW 08, dan RW 05 pada tahun 2027.
"Ketua RW 03 juga telah melakukan edukasi intensif kepada warganya agar tidak membuang sampah ke dalam instalasi tangki septik dan menggunakan fasilitas tersebut sesuai fungsi," ucapnya.
Wintha berharap agar warga bisa memelihara fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah dan menggunakannya secara baik.
"Langkah kolaboratif antara pemerintah, pengelola wilayah, dan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya standar sanitasi universal di Jakarta Pusat sebagai bagian dari komitmen kota global yang sehat dan berkelanjutan," harapnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Cempaka Baru Hasanudin Moni mengapresiasi kehadiran fasilitas tersebut mengingat masih terdapat 30 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya yang belum memiliki akses sanitasi memadai.
"Tujuan utama dari pembangunan tangki septik ini adalah untuk mewujudkan lingkungan pemukiman yang sehat dan higienis," katanya.
Meskipun demikian, Hasanudin menyampaikan bahwa masih terdapat kendala teknis di lapangan.
"Ada tiga rumah warga di RW 03 yang tidak dapat terhubung dengan jaringan tangki septik komunal karena keterbatasan lokasi atau kontur tanah. Oleh karena itu, saya berharap Wali Kota Jakarta Pusat dapat memberikan solusi alternatif berupa bantuan pembangunan tangki septik individual bagi ketiga rumah tersebut agar target bebas BABS dapat tercapai seratus persen," tuturnya.