Mengenal Yoga, Konten Kreator PPSU dari Kelurahan Kenari

Di antara deru kendaraan dan hiruk pikuk pagi Jakarta, seorang pria berseragam oranye tampak sibuk menyapu dedaunan di tepi jalan. Namanya Yoga, anggota PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat yang sudah mengabdi sejak tahun 2018.

Namun, siapa sangka di balik sapu dan gerobaknya, Yoga juga memegang satu “senjata” lain, yaitu sebuah ponsel yang mengantarkannya ke dunia baru: dunia konten kreator. Dunia yang membawanya dalam misi baru, salah satunya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 

Ia mulai serius membuat konten pada 2023, meski sebenarnya sudah mengenal dunia digital sejak sebelum 2018. Di masa pandemi COVID-19, Yoga sempat mengisi waktu dengan cover lagu di media sosial. Dari sanalah ia mulai mengenal dunia konten. 

Yoga mulai dikenal publik bukan karena sensasi, tapi karena cerita hidupnya yang tulus dan apa adanya. “Waktu itu aku cerita aja gimana susah senangnya hidup. Tentang perjuangan, tentang kerjaanku,” katanya. Cerita itu lalu viral menjelang tahun 2023, membawa nama “Yoga Tukang Sapu” dikenal banyak orang di dunia maya.

Namun, tak semua orang mendukung. Saat ia membeli iPhone untuk menunjang aktivitas ngonten, komentar miring berdatangan.

“Banyak yang bilang, ‘ngapain tukang sapu pake iPhone?’” cerita Yoga.

Tapi ia tak marah. Justru dari situ, ia membuat konten baru tentang perjuangannya menabung dan bekerja keras untuk membeli ponsel itu dengan uang sendiri. Video itu menyentuh banyak hati, akhirnya Yoga diundang ke berbagai podcast dan acara televisi, mulai dari Podcast +62 Boris Bokir, The Sungkars, hingga program FYP Trans7 bersama Raffi Ahmad.

Ketenaran itu dijadikannya modal untuk menjangkau masyarakat, menginformasikan lebih banyak tentang pekerjaannya sebagai PPSU, pentingnya menjaga lingkungan bersama-sama, termasuk tips tentang keamanan dan kebersihan lingkungan.

Meski kini dikenal sebagai kreator inspiratif, Yoga tak pernah meninggalkan jati dirinya.

“Aku bangga jadi PPSU. Dari sini aku bisa sekolah lagi, bisa nyekolahin adikku juga,” ujarnya dengan mata berbinar. 

Bagi Yoga, PPSU bukan sekadar pekerjaan, tapi identitas dan sumber inspirasi. Ia sering membagikan konten edukatif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan memperlihatkan bahwa PPSU bukan hanya menyapu jalanan.

“Kita juga bantu warga kalau ada hewan liar, melukis marka jalan, sampai dokumentasi kegiatan,” jelasnya. 

Karena kemampuan kontennya, Yoga kini sering dipercaya jadi tim dokumentasi resmi di tempatnya bertugas.

“Menjadi PPSU dan konten kreator bukan hal mudah. Ngatur waktunya susah-susah gampang,” katanya. 

Kadang ia harus menolak tawaran kerja sama karena berbenturan dengan jam dinas. Tapi dengan dukungan rekan-rekan dan pimpinan, Yoga terus berkarya. “Alhamdulillah bu lurah juga support banget,” ujarnya.

Kerja kerasnya pun berbuah. Yoga mulai mendapat endorse dan tawaran kerja sama dari berbagai brand. Yang paling berkesan, ia diundang langsung oleh pihak TikTok Indonesia untuk ikut acara Creator Connect dan program TikTok GO. “Aku gak lewat agensi, tapi direkrut langsung sama TikTok-nya,” ujarnya bangga.

Kini, lewat akun @mpryoga1998, Yoga terus menyebarkan pesan positif: bahwa siapa pun bisa bermimpi, tak peduli latar belakangnya.

“Banyak teman PPSU yang sekarang juga mulai ngonten. Aku cuma pengen nunjukin, kita gak cuma main sosmed, tapi bisa juga menghasilkan,” Ucapnya.

Sebelum menutup wawancara, Yoga sempat memberi pesan sederhana namun bermakna:

“Jangan takut ngejar mimpi. Jangan takut berproses. Karena semua butuh waktu, aku aja tukang sapu bisa kok,” tutupnya.

Reporter: Shabrina Saraswati & Editor: Andreas Pamakayo
Pak JP Pak JP Pak JP