Loading
Kampung Sinema Kebon Melati berkolaborasi dengan LSPR (Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR) mengadakan kegiatan yang bertajuk ‘Lensa Sinema Melati’ di Jalan Dukuh Pinggir V RW 06, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat mengatakan, dirinya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Di tengah wilayah padat di Jakarta Pusat, terdapat sebuah kampung yang memiliki semangat luar biasa dalam berkarya.
“Saya sangat apresiasi kegiatan positif di kampung ini, sebuah kampung yang bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang yang melahirkan telenta-talenta lokal yang mampu menghasilkan karya film,” ujarnya, didampingi Camat Tanah Abang Indriani Dwiarti Utami.
“Sering kali kita berpikir bahwa industri perfilman hanya lahir dari rumah produksi besar atau para profesional, namun hari ini melihat bahwa kreatiflvitas dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat, ketika ada kemauan untuk belajar dan berkolaborasi, maka di situ ada jalannya,” ucapnya.
Dilanjutkan Nurhidayat, lebih membanggakan lagi, karya-karya dihasilkan Kampung Sinema ini bukan sekadar film untuk hiburan semata, tetapi film-film dengan mengangkat berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pembangunan sebuah kota tidak hanya dilakukan pada pembangunan fisik, namun juga bisa melalui pembangunan karakter, budaya kreativitas dan kepedulian masyarakat. Dan saya melihat Kampung Sinema ini telah ambil peran dalam hal tersebut,” ungkapnya.
Untuk itu, Nurhidayat mengajak untuk studi tiru dengan harapan muncul Kampung Sinema baru di wilayah lain di Jakarta Pusat.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat tentu memiliki komitmen untuk terus memdukung tumbuh dan berkembangnya ruang-ruang kreatif berbasis masyarakat seperti Kampung Sinema Kebon Melati. Semoga ke depannya semakin eksis dan terus menghasilkan karya-karya yang membanggakan,” tutupnya.