Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengajak para ulama untuk dapat menjaga moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi, memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, serta membimbingnya agar siap menghadapi tantangan zaman dengan akhlak mulia.
Demikian dikatakan Wali Kota Arifin saat membuka Rapat Kerja (Raker) Daerah I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat dengan mengangkat tema, 'Menguatkan Peran MUI Kota Jakarta Pusat Membangun Kemaslahatah Umat Menuju 5 Abad Jakarta', di salah satu hotel kawasan Kecamatan Cempaka Putih, Jumat (25/9).
“Jakarta akan memasuki usia 5 Abad pada tahun 2027 mendatang. Momentum itu bukan sekadar perayaan, tetapi panggilan sejarah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Ulama memiliki peran penting dalam menyongsong era ini, dalam menjaga moral di tengah derasnya arus globalisasi, memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, serta membimbing generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman dengan akhlak mulia,” katanya.
Ia juga meminta dukungan bersama dari para tokoh ulama untuk bisa mengingatkan dan mengedukasi generasi muda lewat masjid-masjid melalui tausiyah, khotbah Jumat, termasuk di luar tempat ibadah terkait bahaya penyalahgunaan obat Tramadol.
"Kita jangan pernah berhenti untuk menjaga warga kita agar tetap sehat, waras, dan tidak terkontaminasi dengan obat-obatan terlarang," ucapnya.
Untuk itu, lanjut Arifin, melalui rapat kerja MUI Kota Jakarta Pusat dan dukungan para ulama, pihaknya memastikan Jakarta Pusat menjadi miniatur Indonesia yang harmonis, sekaligus bagian dari kota global yang berbudaya.
Ia juga berharap, raker MUI Kota Jakarta Pusat dapat memberikan kebermanfaatan dengan program-progman ke depan.
“Semoga rapat kerja MUI Kota Jakarta Pusat ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi umat dan Kota Jakarta Pusat, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah kita semua,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Jakarta Pusat KH. Robi Fadil Muhammad menjelaskan, rapat kerja ini untuk mengeluarkan ide-ide serta gagasan agar ke depan MUI bisa lebih bermanfaat untuk umat serta dapat terus bersinergi dengan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.
"Kita semua sepakat apa yang bermanfaat bagi umat maka umat akan mengingat selalu. Oleh karenanya, MUI Jakarta Pusat ke depan harus memperbanyak kerja bagi masyarakat," tandasnya.