Festival Beduk Tingkat Provinsi Digelar di TIM
Setelah selesai pada Tingkat Kota, kini Festival Beduk Tahun 2026 masuk pada Tingkat Provinsi yang berlangsung di Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, festival beduk ini dalam rangka merawat tradisi budaya betawi yang biasanya dilakukan ketika Idulfitri.

“Saya mengapresiasi dari Dinas Kebudayaan yang telah melaksanakan kegiatan ini dan dilakukan dari Tingkat Kelurahan, Kecamatan serta Tingkat Wali Kota. Nantinya juga untuk lomba MTQ, saya minta pelaksanaannya dari Tingkat Kelurahan, sehingga terjaring bakat-bakat dalam hal seni mengaji,” tuturnya didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin.

Dilanjutkan Pramono, nantinya semua tim festival beduk akan menampilkan kepiawaiannya menabuh beduk dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 H.

“InsyaAllah nanti ada kegiatan di Bundaran HI saat malam takbiran, mulai dari pawai obor dan juga diisi takbiran dari para seluruh tim yang masuk final festival beduk,” tambahnya.

“Saya berharap tradisi beduk ini terus berkembang di Jakarta, jadi jangan cuma semarak saat mau lebaran saja. Begitupun para peserta, sebisa mungkin dimainkan bukan hanya saat akan festival ini saja, namun bisa digetok tularkan kepada warga lainnya di luar menghadapi kegiatan ini, sehingga tradisi ini akan terus hidup,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary menambahkan, sebelumnya untuk pelaksanaan Festival Beduk Tingkat Kota sudah dilaksanakan secara serentak pada 24 Februari 2026 kemarin.

“Dan pada hari ini telah hadir 16 grup peserta yang berasal dari lima kota dan satu kabupaten. 16 grup ini merupakan juara 1, 2 dan 3 dari setiap festival beduk tingkat kota,” ungkapnya.

Dijelaskan Miftah, untuk festival ini panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki potensi, pengalaman serta pemahaman dalam bidang seni beduk maupun budaya betawi. Dewan juri tersebut bertugas memberikan penilaian secara objektif dan profesional terhadap penampilan para peserta.

Sebagai bentuk apresiasi untuk para juara, tamba Miftah, pihaknya akan memberikan penghargaan untuk para pemenang berupa piala, piagam penghargaan serta yang pembinanan. Untuk juara 1 senilai Rp25.000.000, kemudian juara 2 senilai Rp20.000.000, juara 3 sebesar Rp15.000.000, harapan 1 sebesar Rp12.500.000 dan harapan 2 sebesar Rp10.000.000.

“Saya berharap nantinya akan terpilih tim beduk yang benar-benar terbaik di antara yang baik. Dan untuk pemenang yang mendapatkan uang pembinaan, seyogyanya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kelangsungan budaya betawi di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP