Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono membuka Gathering Persiapan Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai 2026 dan PON XXII 2028 yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta, di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).
Kegiatan bertema “Bergerak untuk Jakarta Juara” itu menjadi momentum untuk memantapkan kesiapan Jakarta sebagai kota penyangga PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus mempersiapkan kontingen DKI Jakarta meraih prestasi terbaik.
"Momentum kita bersama untuk PON maupun PON Pantai ini harus kita gunakan untuk bergerak bersama menuju Jakarta Juara," ujar Pramono saat memberikan sambutan.
Pramono menyampaikan, penetapan Jakarta sebagai kota penyangga PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan amanat strategis dari Pemerintah Pusat. Sesuai arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta akan mengoptimalkan sarana olahraga berstandar internasional yang sudah ada tanpa perlu membangun fasilitas baru.
"Jakarta telah ditetapkan sebagai penyelenggara penyangga PON 2028, dan karena tidak dibangun fasilitas baru, saya meyakini pasti akan banyak pertandingan yang dilaksanakan di Jakarta," tegas Pramono.
Selain persiapan ajang utama pada 2028, Jakarta juga bersiap menjadi tuan rumah perhelatan PON Pantai yang mempertandingkan 11 cabang olahraga di Ancol pada November 2026. Ajang olahraga air dan pantai tersebut diproyeksikan sebagai sarana uji coba serta pemetaan kekuatan atlet DKI Jakarta secara menyeluruh.
"PON Pantai tahun 2026 saya berharap betul menjadi uji coba kita untuk bisa mempersiapkan diri menjadi juara umum di tahun 2028," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya pembinaan intensif pada cabang olahraga potensial penyumbang medali, seperti olahraga dayung, agar target pencapaian dapat terwujud. Menurutnya, kesuksesan Jakarta dalam agenda olahraga nasional ini diukur dari pencapaian medali puncak sekaligus tata kelola penyelenggaraan yang profesional.
"Untuk itu kita akan mempersiapkan dua hal, yaitu yang berkaitan dengan pelaksanaannya dan prestasinya agar keduanya dapat disiapkan secara baik," tambah Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Hidayat Humaid memaparkan laporan terkait kontribusi nyata para atlet Jakarta pada ajang internasional Asian Games. Sebanyak dua dari total lima medali emas yang diraih kontingen Indonesia berhasil dipersembahkan oleh atlet asal Provinsi DKI Jakarta.
"Dari lima medali emas yang diperoleh Indonesia pada Asian Games, dua di antaranya diraih atlet DKI Jakarta atau berkontribusi sekitar 45 persen dari raihan emas nasional," kata Hidayat Humaid.
Hidayat menambahkan, kesuksesan perhelatan PON Pantai 2026 di Ancol dan PON XXII 2028 memerlukan dukungan infrastruktur serta ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, KONI DKI Jakarta terus berupaya membangun sinergi lintas sektor guna memperkuat tata kelola keolahragaan di Ibu Kota.
"Tugas besar ini tidak mungkin dipikul sendirian oleh pemerintah, sehingga kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan BUMN, BUMD, dan dunia usaha untuk membawa Jakarta juara umum," pungkas Hidayat.