Loading
Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Peningkatan pemahaman ZIS bagi ASN dan PPPK ini dilakukan dengan tujuan menaikan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi untuk menunaikan kewajiban zakat profesi secara rutin agar dapat memahami peran penting ZIS dalam pemberdayaan ekonomi demi pengentasan kemiskinan.
Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun mengatakan, seluruh ASN DKI Jakarta berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) yang sudah ditetapkan wajib membayar ZIS sesuai dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2,5 persen.
"Perlu dipahami oleh kita semua, zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga bentuk solidaritas sosial yang memperkuat kebersamaan antar warga dan menjadi instrumen pembangunan kota," ucap Eric, di Ruang Rapat Wakil Walikota, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (15/9).
Ia menjelaskan, untuk ASN, dan PPPK yang sudah membayar ZIS di Kota Administrasi Jakarta Pusat sudah mencapai 80 persen, hanya perlu pemahaman lagi terkait penyampaiannya.
"Nanti setelah melalui Baznas Bazis di situ ada program yang namanya bedah rumah, bahkan untuk menebus ijazah, lalu ada bentuk bantuan-bantuan yang lain," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Pusat Muhammad Raja Zamzami menyampaikan bahwa zakat itu akan dipotong langsung 2,5 persen dari TPP, kemudian dari dana yang terkumpul akan diteruskan ke program-program Baznas Bazis.
"Dana ZIS yang telah dikumpulkan telah disalurkan kepada delapan asnaf (penerima manfaat) sesuai syariat Islam. Di antaranya melalui program bantuan Ramadan, bantuan Muharam kepada 1.500 penerima, Beasiswa MDJ (Masa Depan Jakarta), program bedah rumah duafa sebanyak 51 unit (akan dibangun 39 rumah lagi), serta program tebus ijazah bagi 494 siswa/siswi," jelasnya.
Ia menambahkan, program-program itu adalah bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan apabila dikelola secara amanah dan profesional.
Pada sosialisasi ini turut hadir, Ketua Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas Bazis DKI Jakarta KH Nur Alam Bachtir, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat dan Ketua Subkelompok Pendidikan, Kebudayaan dan Mental Spiritual Bagian Kesra Setko Administrasi Jakarta Pusat Muhamad Holid.