Loading
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) menggelar penilaian Lomba Kader dan Posyandu Berprestasi Tingkat Kota.
Pelaksanaan penilaian tersebut akan berlangsung dari tanggal 22–23 Juli 2026, di Ruang Sekretariat PKK, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Pusat Sherly Rimawaty S menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari delapan kecamatan sebagai ajang seleksi untuk menentukan wakil Jakarta Pusat pada Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang akan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Dilanjutkan Sherly, seluruh kecamatan mengirimkan masing-masing satu kader dan satu posyandu berprestasi. Dengan demikian, terdapat 16 peserta yang mengikuti penilaian, terdiri atas delapan kader dan delapan posyandu.
"Pesertanya berasal dari delapan kecamatan. Ada delapan kader berprestasi dan delapan posyandu berprestasi. Nantinya pemenang Tingkat Kota akan mewakili Jakarta Pusat pada Tingkat Provinsi, kemudian berlanjut ke Tingkat Nasional," ujar Herly, Rabu (22/7).
Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim dewan juri yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya Sudinkes Jakarta Pusat, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Administrasi Jakarta Pusat, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Pusat, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jakarta Pusat.
"Untuk kategori kader berprestasi, penilaian difokuskan pada kemampuan kader dalam mengimplementasikan tugasnya di masyarakat termasuk pelaksanaan kunjungan rumah, peran sebagai penanggung jawab posyandu, serta kontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayahnya," ucapnya.
"Sementara itu, penilaian kategori posyandu berprestasi menitikberatkan pada penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penyelenggaraan layanan terintegrasi yang melibatkan berbagai sektor. Layanan tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat sesuai enam Standar Pelayanan Minimal (SPM)," tambahnya.
Sherly mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menargetkan wakilnya mampu meraih prestasi hingga Tingkat Nasional. Namun demikian, proses seleksi tetap dilakukan secara profesional tanpa intervensi terhadap dewan juri.
"Pesan dari Bapak Wali Kota memang target kita nasional, tetapi tidak ada intervensi kepada dewan juri. Kita tetap objektif memilih peserta yang terbaik," katanya.
Setelah pemenang Tingkat Kota ditetapkan, lanjutnya, mereka akan mengikuti tahap pembinaan intensif sebelum maju ke Tingkat Provinsi. Pembinaan tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah dan lintas sektor, termasuk presentasi dihadapan Wali Kota Jakarta Pusat sebagai bagian dari persiapan.
Sherly mengaku optimistis Jakarta Pusat mampu kembali mengukir prestasi di Tingkat Nasional. Menurutnya, Kota Administrasi Jakarta Pusat memiliki rekam jejak yang baik dalam ajang serupa.
"Sejak tahun 2010 Jakarta Pusat sebenarnya sudah beberapa kali meraih prestasi Tingkat Nasional. Setelah sempat terhenti karena pandemi COVID-19, kami kembali memperoleh penghargaan nasional pada 2024. Pada 2025 kami menjadi juara dua Tingkat Provinsi dengan pembinaan yang dilakukan sejak Tingkat Kelurahan hingga Kota, kami optimistis bisa kembali melaju ke Tingkat Nasional," tuturnya.