Loading
Asisten Pemerintahan (Aspem) Sekko Administrasi Jakarta Pusat Prasetyo Kurniawan membuka kegiatan dialog interaktif penanganan konflik sosial tahun 2026, di Ruang Serbaguna Utama, kantor walikota setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (4/6).
Dalam sambutannya, Prasetyo menyinggung terkait kehidupan masyarakat yang majemum dan adanya perbedaan merupakan sebuah anugerah. Namun nyatanya, perbedaan pandangan dan kepentingan kerap menimbulkan gesekan yang berpotensi menjadi konflik sosial.
“Melalui forum dialog interaktif ini, saya mengajak semua untuk menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan. Komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan secara aktif dan mengedepankan sikap saling menghargai adalah kunci utama dalam mencegah api konflik sebelum membesar,” tuturnya.
Dilanjutkan Prasetyo, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kondusifitas wilayah. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dan seluruh elemen sangat dibutuhkan dalam membangun sistem deteksi dini dan meredam potensi konflik sedini mungkin.
“Mari jadikan diaolog ini sebagai wadah untuk bertukar pikiran, mencari solusi bersama dan mempererat tali silaturahmi di antara kita,” katanya.
Ada sebanyak 100 peserta perwakilan berbagai suku bangsa di wilayah Jakarta Pusat yang hadir dalam dialog interaktif bersama Kodim 0501JP dan akademisi dari UI Depok.