Kesbangpol Jakpus Gelar Peningkatan Pemahaman Sistem Deteksi Dini

Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) menggelar kegiatan Peningkatan Pemahaman Sistem Deteksi Dini yang berlangsung di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Rabu (6/5).

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Pusat Sony Triwibawa mengatakan, sistem deteksi dini atau early warning system bukanlah sekadar jargon atau prosedur administratif semata.

“Deteksi dini adalah kewaspadaan kemampuan kita untuk melihat, mendengar, dan merasakan potensi gangguan sebelum ia menjadi bencana. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setko Administrasi Jakarta Pusat Hari Ananda.

“Deteksi dini adalah kemampuan memetakan potensi konflik dan kerawanan sosial. Hal ini menuntut respons cepat dan profesional agar keresahan di masyarakat tidak membesar menjadi perpecahan,” tambahnya.

Sony pun berharap, para peserta tidak hanya sekadar hadir, namun aktif meningkatkan kemampuan dalam mengenali tanda-tanda potensi awal gejala dini di lingkungan masing-masing.

“Jadilah agen yang proaktif, pahami prosedur pelaporan, segera bertindak jika ada kejanggalan sebelum dampak yang lebih besar terjadi agar menciptakan lingkungan yang aman, nyaman serta kondusif,” ujaranya.

Sementara itu, Plt Ketua Sub Kelompok Kewaspadaan Kesbangpol Jakarta Pusat Wahyu Apriyanto menambahkan, kegiatan ini diikuti 100 peserta dan menghadirkan dua narasumber, dengan materi Deteksi dan Cegah Dini Potensi Konflik Sosial di Jakarta Pusat dan Peran Lembaga Organisasi Dalam Upaya Deteksi dan Cegah Dini Potensi Konflik Sosial di Jakarta Pusat.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan informasi kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan lembaga pemerintah agar turut serta membantu Pemprov DKI Jakarta khususnya Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam upaya menjaga ketentraman, ketertiban dan keamanan masyarakat terhadap potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) keamanan yang diakibatkan oleh bencana alam maupun bencana non alam,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, lanjut Wahyu, diharapkan para peserta dapat mendeteksi secara dini terhadap potensi konflik sosial, ancaman keamanan, gangguan kamtibmas dalam rangka mewujudkan Jakarta Pusat yang tertib, aman, dan kondusif. 

“Semoga ke depan kita dapat mendeteksi secara dini terhadap potensi konflik sosial, sehingga berimplikasi secara positif terhadap stabilitas keamanan dan politik di tingkat daerah maupun nasional,” tuturnya.

Reporter: Angga Rizkyanda & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP