Loading
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Pusat mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan limbah makanan untuk mendukung industri pariwisata berkelanjutan.
Sosialisasi ini dibuka Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, di salah satu hotel kawasan Kecamatan Menteng, Kamis (23/4).
Dalam sambutannya, Arifin mengatakan, di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat sendiri, saat ini terdapat lebih dari 4.000 usaha pariwisata yang mencakup hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya, yang turut berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah.
Peningkatan aktivitas pariwisata juga diikuti dengan tantangan lingkungan, khususnya timbulan sampah. DKI Jakarta menghasilkan lebih dari 7.000 ton sampah per hari, dengan dominasi sampah organik, termasuk sisa makanan dari sektor usaha.
"Kondisi itu menuntut kita untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGS), sektor pariwisata diharapkan mampu menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim," kata Arifin.
Dilanjutkannya, Pemerintah Pemprov Jakarta juga telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 yang mewajibkan pelaku usaha melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pengolahan.
Di sisi lain, keterbatasan kapasitas TPST Bantargebang menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Oleh karena itu, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menekan timbulan limbah, khususnya sisa makanan.
"Tema kegiatan bimbingan teknis pada hari ini yaitu, 'pengelolaan limbah makanan pada industri pariwisata Jakarta Pusat untuk mendukung pariwisata berkelanjutan', merupakan langkah yang tepat dalam menjawab tantangan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata yang bersih dan berkelanjutan," jelasnya.
Arifin juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen para pelaku industri pariwisata dalam pengelolaan limbah makanan secara berkelanjutan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mendorong terwujudnya pariwisata yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Kasudin Parekraf Kota Administrasi Jakarta Shinta Nindyawati menyatakan, sesuai tema isu ini sangat aktual di mana pengelolaan limbah jika tidak dikelola dengan baik akan menyulitkan bagi keberlanjutan industri pariwisata.
"Kami mengundang 150 peserta terdiri dari 87 usaha hotel, 56 restoran, dan 76 catring. Dan kegiatan ini rutin setiap tahunnya dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, karena sampah yang dihasilkan dari pariwisata cukup banyak dari usaha limbah makanan," ucapnya.
Ia juga mengharapkan dengan adanya bimtek ini bisa memberikan ide ataupun solusi yang baik bagi industri pariwisata Jakarta Pusat agar mengurangi, memilah sampah, dan menggunakan produk daur ulang untuk pariwisata hijau serta membuat Jakarta lebih lestari, siap menuju Kota Global.