Loading
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin meresmikan hidran mandiri yang berlokasi di Gang Mantri IV, RW 10 Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Selasa (30/12).
Arifin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Dinas Gulkarmat DKI Jakarta yang sudah membuatkan hidran mandiri di wilayah Kelurahan Kemayoran.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kadis Gulkarmat DKI Jakarta Bapak Bayu Menghantara, karena atas programnya Jakarta Pusat bisa mendapatkan pembangunan hidran mandiri," ucapnya.
Arifin mengungkapkan, bahwa 60-70 persen penyebab kebakaran itu adalah arus pendek, maka perangkat kelurahan bisa mengingatkan warganya terkait instalasi listrik di rumah.
"Jadi Pak RT, Pak RW, Dasawisma, PKK tolong dibantu cek satu persatu dan ingatkan warganya apakah instalasi listrik di rumah masih layak dipertahankan atau tidak. Jika sudah usang maka harus segera diganti dengan yang baru, agar tidak terjadi kebakaran. Itulah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk menghindari kebakaran," katanya.
"Mudah-mudahan hidran mandiri ini banyak manfaatnya dan InsyaAllah doa saya air ini tidak digunakan untuk urusan kebakaran. Biar saja ini jadi monumen bagus tetapi warga di sini tidak terkena musibah kebakaran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan, wilayah RW 10 Kelurahan Kemayoran ini merupakan kawasan padat penduduk dan tidak terjangkau dengan mobil pemadam apabila terjadi kebakaran maka dibangunlah hidran mandiri.
"Kawasan ini memang tidak terjangkau dengan mobil kita karena kawasan yang padat penduduk dan ada gang di sini yang tidak terjangkau tidak ada cara lain, selain dengan proses hidran mandiri," jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Gulkarmat Kota Administrasi Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan, pembangunan hidran mandiri ini terdiri dari satu rumah pompa, reservoir, toren dengan kapasitas 14.000 liter, jaringan air pemipaan, box hidran, dan pompa kebakaran.
"Pembangunan hidran mandiri yang telah dilaksanakan sejak 8 Oktober 2025 sampai dengan 14 Desember 2025 ini menghasilkan 10 titik yang cukup untuk mengcover 2 RW," kata Syarifudin.
Ke depannya, lanjut Syarifudin, akan ada pelatihan kepada masyarakat agar semua bisa menggunakan hidran mandiri ini selain untuk kebakaran juga bisa digunakan kerja bakti dan memenuhi pasokan air bagi masyarakat yang membutuhkan.