Wujudkan Budaya Sekolah Ramah Lingkungan, SMKN 2 Jakarta Jalani Verifikasi Adiwiyata Mandiri

Tim Verifikator Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melakukan Verifikasi Lapangan calon Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2026, di SMKN 2 Jakarta, Kelurahan Gambir, kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (03/11/2026). 

Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) telah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga SMKN 2 Jakarta atas komitmen dan kerja keras dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

"Program Adiwiyata ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih penghargaan atau piala semata. Lebih dari itu, Adiwiyata adalah sebuah gerakan untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini kepada generasi muda," ujar Eric dalam sambutannya saat kegiatan verifikasi lapangan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan, khususnya di tengah berbagai tantangan perkotaan seperti, pengelolaan sampah, polusi udara hingga pemanasan global. Hal tersebut juga sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Eric mengapresiasi berbagai aksi nyata yang telah dilakukan SMKN 2 Jakarta, mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pembuatan lubang biopori, hingga penghijauan area sekolah melalui tanaman vertical, dan hidroponik.

"Saya sangat bangga melihat konsistensi SMKN 2 Jakarta dalam menerapkan prinsip-prinsip Adiwiyata melalui berbagai aksi nyata. Budaya bersih dan hijau ini diharapkan tidak hanya berhenti di area sekolah, tetapi juga dibawa oleh para siswa ke lingkungan rumah dan masyarakat sekitar," ungkapnya.

Ia juga berharap, pelaksanaan verifikasi lapangan dapat memberikan masukan dan rekomendasi untuk semakin menyempurnakan program PBLHS di SMKN 2 Jakarta. Dan berpesan agar kepedulian terhadap lingkungan terus dijadikan bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Jakarta Tri Windarti menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah melalui perjalanan panjang dalam mengembangkan program Adiwiyata, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional. Tahun ini, SMKN 2 Jakarta berupaya melangkah ke jenjang tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.

"Adiwiyata Mandiri bagi kami bukan sekadar lomba untuk mendapatkan piagam. Ini merupakan wujud pendidikan vokasi yang berkarakter melalui implementasi Adiwiyata berbasis green vocation" jelas Tri.

Ia memaparkan, penerapan budaya peduli lingkungan telah diintegrasikan ke dalam modul ajar dan rencana pembelajaran seluruh mata pelajaran, baik kejuruan maupun umum. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama seluruh tenaga pendidik dan warga sekolah.

Selain itu, SMKN 2 Jakarta secara konsisten menerapkan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pembuatan eco-enzyme yang melibatkan seluruh kompetensi keahlian.

"Berbagai upaya lainnya juga dilakukan melalui pembuatan lubang biopori, penataan taman sekolah, konservasi air dengan memanfaatkan penampungan air hujan, air pendingin ruangan (AC), dan air bekas wudu, serta konservasi energi melalui gerakan hemat listrik di setiap ruangan," jelasnya.  

Tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah sendiri, lanjut Tri, SMKN 2 Jakarta juga menjalankan program pembinaan terhadap tiga sekolah, yaitu SMKN 44 Jakarta, SMKN 19 Jakarta, dan SMKN 34 Jakarta. Pembinaan dilakukan melalui pendampingan penyusunan modul PBLHS serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

"Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, hingga orang tua dan komite sekolah, terlibat aktif dalam gerakan ini. Kami juga berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri serta Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan lestari," tuturnya.

"Kami berharap melalui verifikasi lapangan ini, SMKN 2 Jakarta memperoleh arahan, bimbingan, serta masukan konstruktif dari tim penilai sehingga pelaksanaan program Adiwiyata dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya.

Diketahui, SMKN 2 Jakarta menjadi salah satu sekolah dari 61 sekolah di Provinsi DKI Jakarta yang mengikuti proses penilaian Adiwiyata Mandiri tahun 2026.

Reporter: R Maulana Yusuf & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP