12 Sanggar Ikut Lomba Karya Cipta Tari Betawi

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) menggelar lomba Karya Cipta Tari Betawi 2026, di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (2/7). 

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Retno Setiowati mengatakan, budaya betawi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi yang begitu cepat, pelestarian budaya perlu dilakukan melalui cara-cara yang kreatif dan adaptif.

“Saya berharap melalui lomba ini lahir karya-karya tari yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga mampu menjadi media edukasi dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya bangsa, khususnya budaya betawi,” ujarnya.

Dilanjutkan Retno, melalui karya tari generasi muda diharapkan mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang tetap berakar pada nilai, filosofi serta kearifan budaya betawi. Berbagai kegiatan seni dan kreativitas berbasis budaya juga terus menunjukkan pentingnya pelestarian sekaligus pengembangan seni tradisi agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat masa kini.

“Sebelumnya telah diadakan kurasi melalui video hasil kiriman para peserta pada bulan Mei lalu dan hasilnya terjaring 12 peserta

untuk lanjut pada ajang perlombaan ini. Nantinya dari 12 peserta tersebut dipilih lima besar yakni juara 1, 2, 3 serta harapan 1 dan 2. Untuk pemenang juara 1 akan memperoleh uang pembinaan sebesar 25 juta, juara 2 memperoleh 20 juta, dan juara 3 sebesar 15 juta,” ungkapnya.

Retno berharap, para peserta dapat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sanggar tari, meningkatkan semangat berkarya, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya tradisional betawi.

“Soal menang atau belum menjadi juara bukanlah tujuan akhir, tetapi proses berkarya dan kontribusi dalam melestarikan budaya merupakan nilai yang paling utama,” tutupnya.

Reporter: Zaki Ahmad Thohir & Editor: Andreas Pamakayo
Feature Pak JP Pak JP Pak JP