Loading
Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Witri Yenny Arifin, menghadiri rangkaian kegiatan senam bersama dan talkshow edukatif bertajuk 'Berani Bicara: Menentang Pelecehan Verbal dan Fisik Terhadap Perempuan di Semua Ruang', saat car free day (CFD) Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Menteng, Minggu (26/4) pagi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh TP PKK Pusat Republik Indonesia ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran serta keberanian masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam melindungi diri dari berbagai bentuk pelecehan.
Dalam kegiatan tersebut, Witri Yenny Arifin mendampingi Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian, serta Wakil Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Dewi Indriati Rano Karno. Kehadiran jajaran pengurus PKK dari tingkat pusat, provinsi hingga kota ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan di Jakarta dan Indonesia pada umumnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian, menekankan bahwa pelecehan terhadap perempuan kini marak terjadi di berbagai ruang, mulai dari lingkungan domestik hingga fasilitas umum, sekolah, dan tempat kerja.
"Kekerasan bukan hanya soal fisik atau pemukulan, tetapi juga verbal. Hal ini sering terjadi berulang karena ada yang salah dalam pola sosial kita. Mari kaum perempuan, kita suarakan lebih keras dan lebih berani lagi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama di keluarga. Pendidikan karakter sejak dini kepada anak laki-laki maupun perempuan untuk saling menghormati tanpa memandang gender menjadi kunci memutus rantai kekerasan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan langsung di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap ilmu dari para ahli hari ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diteruskan oleh seluruh jajaran kepengurusan PKK di wilayahnya. Semoga kegiatan ini membawa manfaat luar biasa bagi keamanan dan kesejahteraan perempuan Indonesia," ucapnya.
Acara ini tidak hanya diisi dengan sesi diskusi, tetapi juga dibekali dengan keahlian praktis. Rangkaian kegiatan meliputi Talkshow Edukatif dengan Menghadirkan narasumber ahli yaitu, Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc., Psikolog, dan Ibu Nuni Rahayu.
Dilanjutkan dengan Demonstrasi teknik bela diri praktis self defence di ruang publik khususnya transportasi umum oleh Polwan dari Sespolwan Indonesia. Dan ditutup oleh Simulasi Penanggulangan Kebakaran serta Sosialisasi tanggap darurat oleh Tim Gulkarmat/Damkar DKI Jakarta.